Dugaan Malas Sekretaris Dinkes Manggarai Timur Makin Panas: LP.KPK Seret Kemenkes & Gubernur NTT, Ungkap Faktor Ayah Kandung

Wednesday, 5 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Borong, NewslineNTT.id — Polemik dugaan ketidakdisiplinan Sekretaris Dinas Kesehatan Manggarai Timur, Pranata Kristiani Agas (Ani Agas), kembali memanas. Sosok yang disebut jarang masuk kantor ini mendapat sorotan tajam dari publik, terutama dari Lembaga Pengawal Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP.KPK).

Ketua LP.KPK Komcab Manggarai, Stefanus Woket, menyuarakan kekecewaan mendalam terhadap kinerja Ani Agas.

“Bapa menjadi raja, anaknya tidak menjalankan amanah. Bawahan menjadi sasaran,” ujarnya tajam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menyoroti dampak buruk dari sikap abai pejabat publik terhadap tanggung jawabnya dalam pelayanan masyarakat.

“Manggarai Timur merindukan Sekretaris Kesehatan sebagai lilin terang, ternyata membawa kegelapan. Sekretaris tak aktif, tapi tetap digaji,” tambahnya.

LP.KPK Desak Kemenkes dan Gubernur NTT Ambil Tindakan

Kasus ini kini merambah ke level provinsi dan pusat. LP.KPK Komda NTT dan Komcab Kabupaten Manggarai secara resmi meminta Gubernur NTT serta Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) untuk mencopot Sekretaris Dinas Kesehatan Manggarai Timur dari jabatannya.

Woket menegaskan bahwa pihaknya tidak mungkin meminta tindakan langsung dari Bupati Manggarai Timur.

“Tidak mungkin kami mendesak Bupati Manggarai Timur karena itu sia-sia. Itu ayah kandung dari Sekretaris Dinas Kesehatan,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut mengindikasikan adanya dugaan konflik kepentingan dalam penanganan kasus ini, yang membuat langkah hukum atau administratif di tingkat daerah dianggap tidak efektif.

Publik Tunggu Respons Gubernur dan Kemenkes

Menurut LP.KPK, kasus ini telah merusak citra pelayanan publik di sektor kesehatan bidang yang sangat vital bagi masyarakat.

“Negara harus hadir untuk mengadilinya,” tegas Woket.

Kini, publik menantikan langkah nyata dari Gubernur NTT dan Kemenkes RI untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran kedisiplinan dan nepotisme tersebut, demi memastikan pelayanan publik di Manggarai Timur tetap profesional dan berkeadilan.

 

Penulis : SRT

Berita Terkait

IKBEM Malang Perkuat Solidaritas Antar Anggota Dengan Mengelar Lebaran Bersama
Warga Soroti Kondisi Jalan di Dusun Pongcoa yang Tak Kunjung Diaspal ‎
Revitalisasi SMPN 6 Pcoranaka Bukti Kolaborasi yang Menguatkan Pendidikan Pedalaman
Pengurus OSIS SMAN 1 Periode 2026/2027 Pocoranaka Resmi Dilantik
Mahasiswa UT Borong Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Korban Longsor Goreng Meni
‎Aktivitas Ekonomi Terhambat, Warga Desak Pemkab dan DPRD Dapil IV Manggarai Timur
Menunggu dibawah Reruntuhan: Ketika Regulasi Lebih Kuat dari Kemanusiaan di Manggarai Timur
Darurat Perlindungan Anak dan Perempuan di Manggarai Timur: Kasus Pelecehan Seksual Melonjak, Polres Matim Siaga Penu

Berita Terkait

Sunday, 22 March 2026 - 17:45

IKBEM Malang Perkuat Solidaritas Antar Anggota Dengan Mengelar Lebaran Bersama

Saturday, 21 February 2026 - 17:59

Warga Soroti Kondisi Jalan di Dusun Pongcoa yang Tak Kunjung Diaspal ‎

Saturday, 7 February 2026 - 19:35

Revitalisasi SMPN 6 Pcoranaka Bukti Kolaborasi yang Menguatkan Pendidikan Pedalaman

Tuesday, 3 February 2026 - 01:00

Pengurus OSIS SMAN 1 Periode 2026/2027 Pocoranaka Resmi Dilantik

Sunday, 1 February 2026 - 12:47

Mahasiswa UT Borong Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Korban Longsor Goreng Meni

Berita Terbaru

Korban dugaan penganiayaan berinisial KD (kanan) didampingi salah satu kuasa hukumnya, I Putu Agus Alit Diva Pranata, S.H. (kiri), usai membuat laporan resmi di Polsek Marga, Kabupaten Tabanan, Bali. Korban melaporkan dugaan tindak penganiayaan yang diduga dilakukan oleh ayah dari mantan kekasihnya. Saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. Sumber foto dok: Adv Florianus.

Hukum

Hubungan Asmara yang Berakhir Pidana

Tuesday, 2 Jun 2026 - 14:46