Borong, NewslineNTT.id — Polemik dugaan ketidakdisiplinan Sekretaris Dinas Kesehatan Manggarai Timur, Pranata Kristiani Agas (Ani Agas), kembali memanas. Sosok yang disebut jarang masuk kantor ini mendapat sorotan tajam dari publik, terutama dari Lembaga Pengawal Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP.KPK).
Ketua LP.KPK Komcab Manggarai, Stefanus Woket, menyuarakan kekecewaan mendalam terhadap kinerja Ani Agas.
“Bapa menjadi raja, anaknya tidak menjalankan amanah. Bawahan menjadi sasaran,” ujarnya tajam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menyoroti dampak buruk dari sikap abai pejabat publik terhadap tanggung jawabnya dalam pelayanan masyarakat.
“Manggarai Timur merindukan Sekretaris Kesehatan sebagai lilin terang, ternyata membawa kegelapan. Sekretaris tak aktif, tapi tetap digaji,” tambahnya.
LP.KPK Desak Kemenkes dan Gubernur NTT Ambil Tindakan
Kasus ini kini merambah ke level provinsi dan pusat. LP.KPK Komda NTT dan Komcab Kabupaten Manggarai secara resmi meminta Gubernur NTT serta Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) untuk mencopot Sekretaris Dinas Kesehatan Manggarai Timur dari jabatannya.
Woket menegaskan bahwa pihaknya tidak mungkin meminta tindakan langsung dari Bupati Manggarai Timur.
“Tidak mungkin kami mendesak Bupati Manggarai Timur karena itu sia-sia. Itu ayah kandung dari Sekretaris Dinas Kesehatan,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut mengindikasikan adanya dugaan konflik kepentingan dalam penanganan kasus ini, yang membuat langkah hukum atau administratif di tingkat daerah dianggap tidak efektif.
Publik Tunggu Respons Gubernur dan Kemenkes
Menurut LP.KPK, kasus ini telah merusak citra pelayanan publik di sektor kesehatan bidang yang sangat vital bagi masyarakat.
“Negara harus hadir untuk mengadilinya,” tegas Woket.
Kini, publik menantikan langkah nyata dari Gubernur NTT dan Kemenkes RI untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran kedisiplinan dan nepotisme tersebut, demi memastikan pelayanan publik di Manggarai Timur tetap profesional dan berkeadilan.
Penulis : SRT








