Budi Arie Dianggap “Menjilat Penguasa”? Projo Ganti Wajah, Jokowi Ditinggal Demi Gerindra

Monday, 3 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ruteng,  NewslineNTT.id – Dunia politik Tanah Air kembali heboh. Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, tengah jadi sorotan tajam setelah sikap dan langkah politiknya dinilai berubah drastis dari pendukung militan Presiden Joko Widodo (Jokowi), kini beralih menjadi loyalis Presiden Prabowo Subianto.

Langkah cepat Budi Arie yang sebelumnya dikenal sebagai “komandan relawan Jokowi” kini dianggap sebagai manuver politik paling mencolok pasca-pergantian kekuasaan 2024.

Dari Pro Jokowi ke Tegak Lurus Prabowo

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Transformasi politik Projo terjadi begitu cepat. Dulu dikenal sebagai organisasi relawan yang lahir dari semangat “Pro Jokowi”, kini berubah haluan dengan slogan baru: “tegak lurus dengan Presiden Prabowo.”

Perubahan ini bermula saat Projo resmi mendukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2024, dengan alasan mengikuti “arah politik” Jokowi. Namun pasca-reshuffle kabinet 2025, Budi Arie justru mengambil langkah mengejutkan  menyatakan kesiapannya bergabung ke Partai Gerindra, partai yang dipimpin langsung oleh Prabowo.

“Saya tegak lurus dengan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Budi Arie, dalam pernyataan yang viral di media sosial.

Publik pun mempertanyakan, apakah ini bentuk kesetiaan baru, atau sekadar manuver untuk tetap dekat dengan kekuasaan?

Projo Ganti Identitas: Sudah Bukan Pro Jokowi Lagi

Dalam kongres Projo November 2025, Budi Arie kembali memantik kontroversi. Ia menyebut bahwa “Projo” tak lagi berarti “Pro Jokowi” melainkan hanya nama organisasi biasa tanpa singkatan.

“Memang enggak ada kepanjangannya. Media aja dulu yang bikin gampang dilafalkan,” ujarnya santai.

Pernyataan itu disusul dengan kabar rencana menghapus siluet wajah Jokowi dari logo Projo, yang dianggap banyak pihak sebagai simbol pembersihan sejarah.

Langkah ini membuat sebagian kader lama kecewa, bahkan menyebut Budi Arie telah melupakan akar perjuangan Projo yang lahir untuk mendukung Jokowi sejak 2014.

Netizen Ramai-Ramai Nyinyir: Setia pada Kekuasaan, Bukan pada Sosok

Gelombang kritik publik pun tak terhindarkan. Di media sosial, tagar seperti #ProjoGantiTuan dan #BudiArieMenjilat ramai digunakan. Banyak warganet menuding Budi Arie sebagai contoh politisi yang hanya setia pada penguasa yang sedang berkuasa.

“Dulu bilang tegak lurus Jokowi. Sekarang tegak lurus Prabowo. Nanti tegak lurus siapa lagi?” tulis salah satu akun X (Twitter) dengan ribuan likes.

Sebagian pengamat politik menilai, langkah Budi Arie adalah cerminan politik pragmatis di era transisi kekuasaan, di mana loyalitas mudah berpindah sesuai arah angin istana.

Pengamat: Cerminan Politik Oportunistik

Menurut sejumlah pengamat, perubahan sikap Budi Arie memperlihatkan pola lama yang terus berulang dalam politik Indonesia: setia pada kekuasaan, bukan pada nilai perjuangan.

“Fenomena Budi Arie adalah potret klasik relawan yang berubah menjadi politisi penuh kalkulasi. Begitu peta kekuasaan berubah, arah dukungan pun ikut bergeser,” ujar seorang analis politik dari UI.

Dari Relawan ke Politisi Elit

Transformasi Budi Arie dari relawan militan Jokowi menjadi politisi yang siap bergabung ke partai penguasa menandai babak baru perjalanan Projo  dari gerakan rakyat menjadi instrumen politik kekuasaan.

Apapun alasannya, langkah ini menjadi cermin keras bagi publik: bahwa dalam politik Indonesia, loyalitas seringkali berumur pendek  bergantung pada siapa yang sedang berkuasa.

Penulis : Gabriel Esong

Berita Terkait

Pelaku Mangkir Dipanggil, Kuasa Hukum Investor Rusia Kritik Lambannya Penanganan Ditreskrimum Polda Bali
Hukum Tak Kami Rasakan” – Law Firm James Richard Desak Polresta Denpasar Tuntaskan Kasus Penipuan WNA Ceko
Tim Kuasa Hukum Law Firm James Richard & Partners Raih Putusan 6 Bulan Potong Masa Tahanan di PN Denpasar
Klien di Tipu, Law Firm James Richard And Partners Sukses Mengembalikan Dana
‎Dari Kupang untuk Papua: FOKMAP-NTT Perkuat Solidaritas di Usia ke-IX ‎
Kongres dan MPA PMKRI 2026: Momentum Besar dari Ruteng untuk Indonesia
Hak Pekerja Proyek Akhirnya Dibayar, Law Firm James Richard Tempuh Jalur Humanis dan Tegas
GMNI Kupang Gelar Nobar Film Pesta Babi, Bahas PSN dan Situasi Papua

Berita Terkait

Sunday, 14 June 2026 - 00:06

Pelaku Mangkir Dipanggil, Kuasa Hukum Investor Rusia Kritik Lambannya Penanganan Ditreskrimum Polda Bali

Saturday, 13 June 2026 - 23:52

Hukum Tak Kami Rasakan” – Law Firm James Richard Desak Polresta Denpasar Tuntaskan Kasus Penipuan WNA Ceko

Friday, 5 June 2026 - 13:45

Tim Kuasa Hukum Law Firm James Richard & Partners Raih Putusan 6 Bulan Potong Masa Tahanan di PN Denpasar

Tuesday, 26 May 2026 - 18:24

Klien di Tipu, Law Firm James Richard And Partners Sukses Mengembalikan Dana

Tuesday, 26 May 2026 - 16:37

‎Dari Kupang untuk Papua: FOKMAP-NTT Perkuat Solidaritas di Usia ke-IX ‎

Berita Terbaru