Lembor, Newline.id – Madrasah Aliyah (MA) Jabal Nur Watu Lendo di Desa Siru, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, merayakan Hari Santri Nasional dan Hari Sumpah Pemuda dalam satu aksi kolaboratif besar yang heroik. Acara yang dipusatkan pada Sabtu, 25 Oktober 2025, ini menjadi penegasan komitmen madrasah dalam mencetak agent of change yang berakhlak mulia dan berjiwa pelestari lingkungan.
Spirit Sinergi Tiga Hari Bersejarah
Meskipun Hari Santri Nasional (22 Oktober) dan Hari Sumpah Pemuda (28 Oktober) adalah dua tanggal terpisah, MA Jabal Nur memilih tanggal 25 Oktober 2025 sebagai puncak peringatan, mengusung semangat sinergi. Rangkaian kegiatan utama mencakup Jabal Nur Fun Walk, Senam Massal, dan Aksi Penghijauan bersama masyarakat sekitar Desa Siru.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Madrasah Aliyah Jabal Nur Watu Lendo, Adi Suryani, S.Pd, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan ganda.
“Kami berharap santri kami dapat menjadi agen perubahan yang positif dan berkontribusi besar bagi masyarakat dan bangsa. Momentum ini kami jadikan pijakan untuk meningkatkan kualitas diri santri serta memperkuat sinergi dengan masyarakat dan pemerintah,” jelasnya.
Kolaborasi Total: Kekuatan Santri, Pemerintah, dan Aparat
Kekuatan utama acara ini adalah jalinan kolaborasi total. Diinisiasi oleh Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MA Jabal Nur, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Madrasah, dewan guru, hingga lembaga-lembaga strategis di Lembor.
Dukungan lintas sektor ini melibatkan: Pemerintah Desa (Pemdes) Siru, KUA Kecamatan Lembor, Kepolisian Sektor (Polsek) Lembor, Komando Rayon Militer (Koramil) Lembor, UPTD Puskesmas Wae Nakeng, serta berbagai sponsor.
Dukungan ini menunjukkan bahwa gerakan pelestarian lingkungan dan pembentukan karakter generasi muda adalah Tanggung Jawab Bersama.
Merawat Alam: Panggilan Iman dan Kebangsaan
Aksi penghijauan menjadi sorotan utama. Kegiatan ini secara spesifik mempertegas pesan bahwa santri dan pemuda harus berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan dan memberikan kontribusi nyata bagi desa.
“Alam bukanlah milik pribadi, melainkan titipan dari Tuhan yang harus kita jaga bersama. Oleh karena itu, kita tegaskan: Merawat Alam adalah Tanggung Jawab Bersama,” tegas Adi Suryani.
Beliau menambahkan, “Kolaborasi adalah kunci menjaga alam. Aksi penghijauan oleh MA Jabal Nur membuktikan bahwa kolaborasi merawat alam harus diwujudkan melalui kerja sama seluruh pihak, mulai dari institusi pendidikan hingga aparat keamanan. Santri, pemuda, pemerintah, dan seluruh komponen masyarakat Desa Siru wajib bahu-membahu dalam upaya konservasi dan pelestarian lingkungan.”
Melalui perpaduan peringatan Hari Santri yang mengajarkan Hifdz al-Bi’ah (menjaga lingkungan) dan Hari Sumpah Pemuda yang menguatkan semangat kebangsaan, MA Jabal Nur Watu Lendo berhasil membentuk generasi yang seimbang: berilmu, berakhlak mulia, sekaligus memiliki kontribusi positif yang besar bagi Manggarai Barat dan masa depan bangsa Indonesia.
Penulis : SRT
Editor : Media NewslineNtt








