Seruan Bubarkan DPR Viral di Medsos, Aksi 25 Agustus Masih Tanda Tanya

Saturday, 23 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, newsline.id – Jagat media sosial Indonesia kembali memanas setelah beredar seruan aksi besar-besaran yang direncanakan berlangsung pada Senin, 25 Agustus 2025. Ajakan itu menyebar luas melalui pesan berantai WhatsApp hingga unggahan viral di platform X (sebelumnya Twitter), dengan satu tuntutan utama: mendesak Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan dekrit untuk membubarkan DPR RI.

Gaung digital ini sontak menimbulkan tanda tanya besar: benarkah demo kolosal tersebut akan benar-benar terlaksana? Publik pun ramai memperdebatkan apakah aksi ini nyata atau sekadar “seruan maya” yang tidak memiliki basis massa nyata di lapangan

Salah satu akun X yang aktif menggaungkan seruan ini, @Heraloebss, menulis bahwa aksi tersebut lahir dari puncak kekecewaan publik. “Sentimen publik terhadap DPR memuncak. Netizen serukan demo bubarkan DPR!!!” tulisnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya itu, beberapa akun bahkan membagikan instruksi teknis kepada calon peserta aksi. Akun @NenkMonica, misalnya, menyarankan peserta membawa perlengkapan pelindung, termasuk polybag atau plastik sebagai penutup kepala untuk mengantisipasi tembakan gas air mata dari aparat keamanan.

Meski riuh di jagat maya, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari aliansi mahasiswa, organisasi masyarakat sipil, maupun serikat buruh terkait rencana bergabung dalam aksi 25 Agustus. Artinya, seruan ini masih sebatas suara yang menggema di dunia digital.

Di sisi lain, penting dicatat bahwa pada 28 Agustus 2025, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sudah memastikan akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di Jakarta dengan isu spesifik buruh. Hal ini berbeda dengan seruan viral yang menyerukan pembubaran DPR.

Dengan belum adanya pihak resmi yang menyatakan sebagai penggerak, publik kini menunggu: apakah 25 Agustus 2025 akan menjadi momentum demonstrasi kolosal di Senayan, ataukah hanya berakhir sebagai “gejolak media sosial” semata. (****)

Berita Terkait

Kenakan Busana Adat Flores, Wali Kota dan Wawali Tunjukkan Solidaritas untuk Korban Gempa
Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Kupang Sosialisasikan Anti-Bullying di SDK St. 1 Nanggapanda ‎
Tiga Warga Adat Soge Natarmage dan Goban Runut Diputus Bebas, KPA Desak Pemerintah Selesaikan Konflik Nangahale
Jangan Takut Ancaman Rentenir! Pahami Hak Anda dan Langkah Hukum Menghadapinya
Gerakan Penolakan PC IMM dan Cipayung Plus Kota Kupang Tolak Gelar “Raja Timor” untuk Jokowi ‎
Cipayung Plus Kota Kupang Gelar Mimbar Bebas, Tegaskan Penolakan Penyematan Gelar Raja Timor kepada Jokowi
Sukses Tangani Perkara Penipuan, Klien Law Firm James Richard & Partners Berinisial MK Resmi Menghirup Udara Bebas dari LP Kerobokan
DIGITAL NOMAD VISA (E33G): Solusi atau Malah Salah Sasaran?

Berita Terkait

Monday, 17 August 2026 - 16:16

Kenakan Busana Adat Flores, Wali Kota dan Wawali Tunjukkan Solidaritas untuk Korban Gempa

Friday, 14 August 2026 - 17:11

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Kupang Sosialisasikan Anti-Bullying di SDK St. 1 Nanggapanda ‎

Friday, 14 August 2026 - 01:27

Tiga Warga Adat Soge Natarmage dan Goban Runut Diputus Bebas, KPA Desak Pemerintah Selesaikan Konflik Nangahale

Sunday, 2 August 2026 - 21:39

Jangan Takut Ancaman Rentenir! Pahami Hak Anda dan Langkah Hukum Menghadapinya

Sunday, 2 August 2026 - 20:51

Gerakan Penolakan PC IMM dan Cipayung Plus Kota Kupang Tolak Gelar “Raja Timor” untuk Jokowi ‎

Berita Terbaru

Wali Kota Naik Ring, Galang Solidaritas untuk Korban Gempa Flores Jumat (21/08/2026). Foto:PROKOPIM Kota Kupang/

Kota Kupang

Tinju Piala Wali Kota: Olahraga Jadi Energi Kemanusiaan

Sunday, 23 Aug 2026 - 22:05