Tragedi Warga Belu Tewas Tertembak saat Berburu di perbatasan Timor Leste

Wednesday, 20 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

NEWSLINE.ID – Seorang warga Kabupaten Belu berinisial ATB (33 tahun) dilaporkan meninggal dunia usai diduga tertembak ketika berburu hewan liar di wilayah Fatumea, Distrik Suai/Kobalima, Timor Leste, pada Minggu malam, 17 Agustus 2025, sekitar pukul 23.00 WITA.

Kepala Bidang Humas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika korban bersama sekitar 20 warga lainnya menyeberang melalui jalur tidak resmi ke wilayah Timor Leste untuk berburu.

“Sekitar pukul 23.00 WITA, saksi mendengar suara tembakan sebanyak enam kali disertai teriakan dalam bahasa lokal. Rekan-rekan korban langsung menyelamatkan diri dan kembali ke kampung. Namun korban tidak ditemukan,” ungkap Henry dalam keterangan tertulis, Selasa (19/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keesokan harinya, Senin (18/8), korban akhirnya ditemukan sudah tidak bernyawa dengan luka tembak.

Langkah Cepat Aparat

Menanggapi kejadian ini, Polres Belu bersama Polsek Tasifeto Timur segera mengambil langkah pencegahan agar situasi tetap aman. Aparat menghalau warga agar tidak melakukan pergerakan ke wilayah Timor Leste, sekaligus berkoordinasi dengan Satgas Pamtas Yonif 741/Garuda Nusantara.

“Polres Belu melakukan penggalangan bersama tokoh masyarakat, agar kondisi tetap kondusif dan tidak menimbulkan konflik baru,” jelas Henry.

Kapolres Belu, AKBP I Gede Eka Putra Astawa, juga menegaskan pentingnya menjaga ketenangan dan tidak terprovokasi.
“Kami mengajak masyarakat agar tidak melakukan aksi balasan. Polres Belu terus berkoordinasi dengan otoritas perbatasan, sekaligus mendampingi keluarga korban dalam menghadapi musibah ini,” katanya.

Imbauan kepada Warga

Aparat kepolisian kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas berburu di wilayah Timor Leste melalui jalur tikus. Hal itu dinilai sangat berisiko, baik dari sisi keamanan maupun hukum internasional.

“Keselamatan dan ketertiban masyarakat jauh lebih penting. Kami minta masyarakat menghindari perburuan lintas batas ilegal,” tegas Kapolres Belu.***

Berita Terkait

Keluhan Pelayanan di SPBU Pertamina Halilulik: Warga Harapkan Kesetaraan Akses BBM
Buntu Komunikasi, Debitur Belu Desak FIF Kembalikan Motor yang Disita Paksa ‎
Oknum Debt Collector FIF Tarik Motor Paksa di Tempat Kerja Tanpa Penyerahan Kunci Kontak ‎
‎Selesai Renovasi Oktober 2024, Asrama Mahasiswa Belu di Kupang Masih Kosong, FOSMAB Desak Pemkab Segera Aktifkan ‎
Upacara Hardiknas ke-67 di SMAK St. Agustinus Raimanuk Tekankan Peran Pendidikan dan Karakter
Fabianus Nahak Dorong Solusi Konkret untuk Gedung Polsek Raimanuk ‎
Polres Belu Respon Aspirasi Warga, Mako Polsek Raimanuk Segera Diaktifkan ‎
TPA Overload, Ribuan Ton Sampah Menumpuk, Bali Hadapi Krisis Tata Kelola Lingkungan

Berita Terkait

Thursday, 14 May 2026 - 18:45

Keluhan Pelayanan di SPBU Pertamina Halilulik: Warga Harapkan Kesetaraan Akses BBM

Tuesday, 12 May 2026 - 22:57

Buntu Komunikasi, Debitur Belu Desak FIF Kembalikan Motor yang Disita Paksa ‎

Monday, 11 May 2026 - 22:50

Oknum Debt Collector FIF Tarik Motor Paksa di Tempat Kerja Tanpa Penyerahan Kunci Kontak ‎

Monday, 11 May 2026 - 21:16

‎Selesai Renovasi Oktober 2024, Asrama Mahasiswa Belu di Kupang Masih Kosong, FOSMAB Desak Pemkab Segera Aktifkan ‎

Saturday, 2 May 2026 - 22:00

Upacara Hardiknas ke-67 di SMAK St. Agustinus Raimanuk Tekankan Peran Pendidikan dan Karakter

Berita Terbaru

OPINI

OPINI TAJAM & EDUKATIF

Saturday, 23 May 2026 - 19:18