Uskup Labuan Bajo Tegaskan Pentingnya Pariwisata Berkelanjutan di Festival Golo Koe 2025

Monday, 11 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oplus_256

oplus_256

Newsline.id – Festival Golo Koe 2025 resmi dibuka dengan sambutan penuh makna dari Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, Pr, yang mengangkat tema “Merajut Kebangsaan dan Pariwisata Berkelanjutan yang Sinodal”.

Dalam pesannya, Uskup Maksimus menegaskan bahwa Labuan Bajo, dengan ikon komodo dan panorama alamnya, merupakan “potret keindahan tanpa batas, rahmat Tuhan yang berkelanjutan, dan cetakan jari Tuhan”. Keindahan ini, kata beliau, mampu memikat wisatawan dari berbagai penjuru dunia untuk menikmati pesona matahari terbenam, kekayaan budaya, dan sukacita masyarakatnya.

“Keindahan ini adalah titipan bagi generasi masa depan. Kita harus menjaganya dan menggunakannya dengan bijak,” tegas Uskup Maksimus saat membuka festival pada Kamis sore (10/07).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengingatkan bahaya pola pikir yang hanya berorientasi pada keuntungan (profit-oriented) tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan. Menurutnya, eksploitasi berlebihan bukan saja merusak ekosistem, tetapi juga mengorbankan kesejahteraan masyarakat lokal dan menghilangkan makna sejati pariwisata.

Festival Golo Koe, lanjutnya, menjadi narasi tandingan terhadap pandangan eksploitatif tersebut. Sejak empat tahun terakhir, festival ini memadukan dimensi religius, budaya, ekonomi, lintas iman, dan persaudaraan sosial, sehingga menjadi ruang perjumpaan, solidaritas, dan kebersamaan yang memperkuat nilai kebangsaan sekaligus menjaga kelestarian alam.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat. “Atas nama seluruh umat di Labuan Bajo, saya mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah, masyarakat lokal, dan pihak nasional dalam menyukseskan Festival Golo Koe 2025,” ujarnya.

Festival Golo Koe 2025 diharapkan menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga keindahan alam Labuan Bajo, bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai warisan abadi bagi generasi mendatang.

Berita Terkait

TRAGEDI CUNCA WULANG: Dua Wisatawan Austria Tewas Jatuh dari Jembatan Gantung, Praktisi Hukum Soroti Tanggung Jawab Pengelola 
Angur Putra Sutar, Figur Muda Labuan Bajo yang Menawarkan Kerja Nyata dan Visi Nasional
Bus Mitsubishi Terjun Jurang di Trans Flores Mbeliling, Tak Ada Korban Jiwa
Suara yang Mengguncang Malam: Ketua LSM Ilmu Laporkan Ancaman dari Kadis Pariwisata Labuan Bajo
Polisi Evakuasi dan Identifikasi Jenazah WNA Kanada di Kamar Hotel Labuan Bajo  
DI BALIK GOTONG ROYONG PEMUDA: KISAH JEMBATAN DAN JALAN YANG DITINGGAL PEMERINTAH ‎ 
Alumni MA Jabal Nur Watulendo Jadi Prajurit di Usia 21 Tahun, Enam Kali Gagal Tak Surutkan Langkah, Lolos di Percobaan Ketujuh ‎
Klaim Bukti Cukup Diragukan, Penggeledahan Rumah Gabriel Jahang Memicu Kritik Publik

Berita Terkait

Wednesday, 27 May 2026 - 14:02

TRAGEDI CUNCA WULANG: Dua Wisatawan Austria Tewas Jatuh dari Jembatan Gantung, Praktisi Hukum Soroti Tanggung Jawab Pengelola 

Sunday, 12 April 2026 - 00:58

Angur Putra Sutar, Figur Muda Labuan Bajo yang Menawarkan Kerja Nyata dan Visi Nasional

Thursday, 19 February 2026 - 09:04

Bus Mitsubishi Terjun Jurang di Trans Flores Mbeliling, Tak Ada Korban Jiwa

Tuesday, 17 February 2026 - 08:37

Suara yang Mengguncang Malam: Ketua LSM Ilmu Laporkan Ancaman dari Kadis Pariwisata Labuan Bajo

Monday, 16 February 2026 - 09:28

Polisi Evakuasi dan Identifikasi Jenazah WNA Kanada di Kamar Hotel Labuan Bajo  

Berita Terbaru