Anak-Anak Pulau Kera Bersuara: “Kami Tolak Relokasi!”

Friday, 6 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pulau Kera, newsline.id | Suara-suara kecil dari Teluk Kupang kini menggema lantang. Anak-anak Pulau Kera, pulau mungil yang terletak di perairan Nusa Tenggara Timur, tampil di garis depan menolak rencana relokasi yang digulirkan pemerintah. Dalam teriakan namun penuh daya magis, mereka berjalan keliling kampung, dengan bersuara teriakan: “Kami Ingin Sekolah di Pulau Kami”, “Jangan Pisahkan Kami dari Laut”, dan “Pulau Kera Rumah Kami”. Lagu-lagu perjuangan yang mereka nyanyikan, warisan dari orang tua mereka, terdengar seperti doa dan perlawanan sekaligus.

Tangis tak bisa dibendung. Salah satu siswa SD dengan mata berkaca-kaca berkata,
“Saya tidak mau pindah ke tempat lain. Saya lahir di sini, sekolah di sini, dan saya mau jadi guru di Pulau Kera nanti.”

Rencana relokasi muncul dengan dalih bahwa Pulau Kera berada di wilayah rawan dampak perubahan iklim dan terbatasnya akses pelayanan publik. Namun, warga menilai keputusan ini dibuat sepihak—tanpa partisipasi aktif dari masyarakat, tokoh adat, dan terutama anak-anak, yang masa depannya sedang dipertaruhkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami bukan hanya menolak relokasi. Kami menolak dilupakan,” tegas seorang warga. “Anak-anak kami punya hak untuk tumbuh, belajar, dan bermimpi di tanah leluhur mereka.”

Aktivis pendidikan pun bersuara. Menurut Bung Vino, Ketua FMN Cabang Kupang:
“Ini soal hak anak: hak atas pendidikan, hak atas identitas budaya, dan hak untuk didengar. Anak-anak Pulau Kera telah menunjukkan bahwa keberanian tidak mengenal usia.” ungkapnya pada 6 juni 2025.

Sampai saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah daerah terkait aksi yang menggugah ini. Namun, dukungan terus berdatangan—dari aktivis, akademisi, hingga organisasi masyarakat sipil. Penolakan yang awalnya bersifat lokal kini mulai menyebar sebagai isu nasional.

Dengan suara yang jernih dan tekad yang tak tergoyahkan, anak-anak Pulau Kera menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar objek kebijakan. Mereka adalah subjek masa depan. Suara mereka kini menjadi simbol harapan dan keteguhan: bahwa tanah, laut, dan budaya bukan untuk dijauhkan dari mereka yang menjaganya sejak lahir.

Suara kecil dari Pulau Kera kini menjelma menjadi gema besar: “Kami Tolak Relokasi!”

Reporter: Djohanes Bentah

Berita Terkait

Dari Bangku Kuliah ke Betesda Kiu’Utenu: Langkah Pelayanan PAK’23 A untuk Gereja dan Pemuda ‎
Hardiknas 2026: Pemkab Manggarai Dorong Pendidikan Bermutu
Upacara Hardiknas ke-67 di SMAK St. Agustinus Raimanuk Tekankan Peran Pendidikan dan Karakter
Bupati Kupang Tegaskan Komitmen Selesaikan Persoalan Lahan Kawasan Industri Bolo
Sekda Kupang Buka Sosialisasi Konservasi Pesisir dan Pemberdayaan Ekonomi
Bupati Kupang Tinjau PLTMG I, Dorong Pembangunan PLTMG II untuk Perkuat Pasokan Listrik Timor
75 Pejabat Administrator Dilantik, Bupati Nabit: Jabatan Harus Disyukuri dengan Integritas
Bupati Kupang Yosef Lede Resmi Luncurkan Kampung Taat Pajak, Dorong Kesadaran Bayar Pajak Warga  

Berita Terkait

Wednesday, 20 May 2026 - 07:38

Dari Bangku Kuliah ke Betesda Kiu’Utenu: Langkah Pelayanan PAK’23 A untuk Gereja dan Pemuda ‎

Monday, 4 May 2026 - 12:39

Hardiknas 2026: Pemkab Manggarai Dorong Pendidikan Bermutu

Saturday, 2 May 2026 - 22:00

Upacara Hardiknas ke-67 di SMAK St. Agustinus Raimanuk Tekankan Peran Pendidikan dan Karakter

Wednesday, 29 April 2026 - 18:13

Bupati Kupang Tegaskan Komitmen Selesaikan Persoalan Lahan Kawasan Industri Bolo

Tuesday, 28 April 2026 - 23:35

Sekda Kupang Buka Sosialisasi Konservasi Pesisir dan Pemberdayaan Ekonomi

Berita Terbaru

OPINI

OPINI TAJAM & EDUKATIF

Saturday, 23 May 2026 - 19:18