Ratusan Karyawan Marketplace Di-PHK, Netizen Geram

Friday, 30 May 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Istimewa

Foto : Istimewa

Jakarta, Newsline.id – Sebuah video viral memperlihatkan ratusan karyawan sebuah perusahaan marketplace dipecat secara massal. Banyak dari mereka telah bekerja bertahun-tahun, bahkan hingga 8 tahun.

PHK ini disebut terjadi secara mendadak, tanpa pemberitahuan atau penjelasan yang jelas. Para karyawan mengaku kecewa karena tidak diberi waktu untuk bersiap dan merasa diperlakukan tidak adil.

Menuai Kecaman Publik

Video tersebut langsung ramai di media sosial. Banyak netizen mengecam cara perusahaan memberhentikan karyawan, dan menyerukan boikot terhadap layanan marketplace itu. Tagar #Boikot[Perusahaan] pun trending.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diduga Karena Efisiensi

Meski belum ada pernyataan resmi, PHK ini diperkirakan terjadi karena:

  • Penghematan biaya
  • Perubahan strategi bisnis
  • Otomatisasi dan digitalisasi proses kerja

Pemerintah Turun Tangan

Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan akan menyelidiki kasus ini agar proses PHK sesuai aturan. Pakar menilai perusahaan seharusnya lebih transparan dan menghargai kontribusi para pekerja.

“PHK bukan hanya soal bisnis, tapi soal kemanusiaan,” ujar seorang pengamat ketenagakerjaan.

Kesimpulan:
PHK massal ini memicu keprihatinan dan sorotan tajam. Banyak pihak berharap perusahaan lebih bijak dalam membuat keputusan, karena di balik angka-angka, ada kehidupan dan keluarga yang terdampak. (**********)

Berita Terkait

UMKoe Kirim 1.000 Paket Sembako dan Tim Medis untuk Korban Gempa Flores, Rektor: Ini Tanggung Jawab Kami
Kenakan Busana Adat Flores, Wali Kota dan Wawali Tunjukkan Solidaritas untuk Korban Gempa
BRI Peduli Salurkan Bantuan Tanggap Darurat Gempa Flores di Maumere
10,4 Juta Terkumpul LSF LYCEUM dan BEMJ PBSI Universitas Muhammadiyah Kupang Respon Cepat Gelar Aksi Galang Dana Korban Gempa Flores
Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Kupang Sosialisasikan Anti-Bullying di SDK St. 1 Nanggapanda ‎
‎Perserikatan Solidaritas Perempuan Menggugat UU Cipta Kerja:Lawan Perampasan Ruang Hidup dan Eksploitasi 
Tiga Warga Adat Soge Natarmage dan Goban Runut Diputus Bebas, KPA Desak Pemerintah Selesaikan Konflik Nangahale
Tindak Pidana Kecelakaan Lalu Lintas yang Dilakukan Anak di Bawah Umur Karena Culpa Menyebabkan Meninggalnya Orang Lain.

Berita Terkait

Thursday, 20 August 2026 - 11:58

UMKoe Kirim 1.000 Paket Sembako dan Tim Medis untuk Korban Gempa Flores, Rektor: Ini Tanggung Jawab Kami

Monday, 17 August 2026 - 16:16

Kenakan Busana Adat Flores, Wali Kota dan Wawali Tunjukkan Solidaritas untuk Korban Gempa

Sunday, 16 August 2026 - 20:40

BRI Peduli Salurkan Bantuan Tanggap Darurat Gempa Flores di Maumere

Saturday, 15 August 2026 - 23:45

10,4 Juta Terkumpul LSF LYCEUM dan BEMJ PBSI Universitas Muhammadiyah Kupang Respon Cepat Gelar Aksi Galang Dana Korban Gempa Flores

Friday, 14 August 2026 - 17:11

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Kupang Sosialisasikan Anti-Bullying di SDK St. 1 Nanggapanda ‎

Berita Terbaru

Wali Kota Naik Ring, Galang Solidaritas untuk Korban Gempa Flores Jumat (21/08/2026). Foto:PROKOPIM Kota Kupang/

Kota Kupang

Tinju Piala Wali Kota: Olahraga Jadi Energi Kemanusiaan

Sunday, 23 Aug 2026 - 22:05