“Misi Kemanusiaan Kok Bikin Rakyat Resah?” – Aktivis Asten Bait Kritik Keras Pernyataan Bupati Kupang

Friday, 16 May 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, NEWSLINE.ID – Aktivis muda Kabupaten Kupang, Asten Bait, angkat bicara keras menanggapi video viral di akun Instagram resmi Bupati Kupang yang menyatakan relokasi warga Pulau Kera adalah bagian dari “tugasnya untuk menyejahterakan rakyat.”

Alih-alih sejahtera, Asten menilai warga justru semakin tertekan.

“Pertanyaannya, misi kemanusiaan yang seperti apa? Kok rakyat malah merasa diintimidasi dan tertekan?” tegas Asten dalam pernyataannya, Jumat (16/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Asten, pendekatan pemerintah daerah dalam relokasi ini minim dialog, dan terkesan sepihak. Ia menyebut, warga Pulau Kera bukan menolak kerja sama, tapi menolak diperlakukan tanpa dihargai hak suaranya.

“Setiap hari mereka berjuang untuk kebutuhan dasar, dan sekarang harus turun ke jalan hanya supaya didengar. Ini jelas ada yang salah,” ujarnya.

Dalam pertemuan dengan DPRD Provinsi NTT beberapa waktu lalu, perwakilan warga Pulau Kera bahkan secara langsung mengungkapkan rasa kecewa mereka terhadap Pemkab Kupang. Asten menyayangkan bahwa suara rakyat justru diabaikan dalam kebijakan yang menyangkut hidup mereka sendiri.

“Kalau ini benar misi kemanusiaan, tanya dulu ke masyarakat: apa yang mereka butuh, apa yang mereka rasa. Bukan langsung main ambil keputusan,” katanya.

Asten menutup pernyataannya dengan sindiran tajam yang ramai diperbincangkan warganet:
“Pemerintah itu hadir untuk menciptakan solusi, bukan masalah. Jangan sampai rakyat merasa asing di tanah kelahirannya sendiri.”

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemkab Kupang terkait kritik ini. Namun, pernyataan Asten telah memicu gelombang dukungan di media sosial, dengan banyak warganet menyuarakan keprihatinan serupa.***

Penulis: DJOHANES BENTAH

REDAKSI NTT

Berita Terkait

Janji Relokasi Dipertanyakan, Warga Nilai Pembongkaran Lapak oleh Satpol PP Kabupaten Kupang Minim Sosialisasi  ‎
Pemprov NTT Gelar Jumpa Pers Sosialisasi Pergub Nomor 24 Tahun 2026 tentang Jam Belajar Masyarakat
Audiensi Bersama Wakil Wali Kota, Jordan Geru Angkat Persoalan Infrastruktur Kota Kupang ‎
Rayakan Hari Lahir ke-23, FMN Kupang Gelar Refleksi Kritis Perjuangan Organisasi
Soal Pemecatan 4 Pegawai KONI NTT, Ketua DPC GMNI Kupang: Tunggu Klarifikasi, Jangan Ada Rekayasa Opini Jelang PON 2028
HIPMALIM Raya Kupang Lantik Pengurus Baru, Perkuat Solidaritas Mahasiswa Muslim Manggarai
PMII Kota Kupang Kecam Represivitas Aparat dan Arogansi Pimpinan Daerah NTT
Menteri Abdul Mu’ti Gelar Kuliah Tamu di UM.KOE, Mahasiswa Soroti Akses Pendidikan

Berita Terkait

Friday, 29 May 2026 - 22:22

Janji Relokasi Dipertanyakan, Warga Nilai Pembongkaran Lapak oleh Satpol PP Kabupaten Kupang Minim Sosialisasi  ‎

Friday, 29 May 2026 - 11:38

Pemprov NTT Gelar Jumpa Pers Sosialisasi Pergub Nomor 24 Tahun 2026 tentang Jam Belajar Masyarakat

Thursday, 21 May 2026 - 11:54

Audiensi Bersama Wakil Wali Kota, Jordan Geru Angkat Persoalan Infrastruktur Kota Kupang ‎

Wednesday, 20 May 2026 - 01:14

Rayakan Hari Lahir ke-23, FMN Kupang Gelar Refleksi Kritis Perjuangan Organisasi

Sunday, 17 May 2026 - 21:54

Soal Pemecatan 4 Pegawai KONI NTT, Ketua DPC GMNI Kupang: Tunggu Klarifikasi, Jangan Ada Rekayasa Opini Jelang PON 2028

Berita Terbaru

Korban dugaan penganiayaan berinisial KD (kanan) didampingi salah satu kuasa hukumnya, I Putu Agus Alit Diva Pranata, S.H. (kiri), usai membuat laporan resmi di Polsek Marga, Kabupaten Tabanan, Bali. Korban melaporkan dugaan tindak penganiayaan yang diduga dilakukan oleh ayah dari mantan kekasihnya. Saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. Sumber foto dok: Adv Florianus.

Hukum

Hubungan Asmara yang Berakhir Pidana

Tuesday, 2 Jun 2026 - 14:46