Hari Pertama Misa Pembukaan Konklaf Digelar di Vatikan, Umat Katolik Dunia Menanti Paus Baru

Wednesday, 7 May 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Vatikan, newsline.id 7 Mei 2025 — Langit pagi di atas Kota Vatikan diselimuti awan kelabu ketika lonceng Basilika Santo Petrus berdentang memanggil umat menuju momen bersejarah: misa pembukaan konklaf. Di tengah kesunyian sakral yang menyelimuti alun-alun, para kardinal satu per satu memasuki basilika, langkah mereka mantap, wajah-wajah penuh permenungan.

Hari ini, Gereja Katolik memulai babak baru dalam sejarahnya. Sebanyak 115 kardinal elektor dari berbagai penjuru dunia berkumpul untuk menjalani proses sakral yang hanya terjadi ketika Tahta Suci kosong: memilih Paus baru, penerus Santo Petrus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Misa dibuka dengan liturgi meriah namun penuh keheningan batin. Lantunan lagu Gregorian menggema di kubah megah basilika, menambah nuansa agung peristiwa ini. Kardinal Dekan memimpin perayaan Ekaristi dengan doa yang menyerukan persatuan, kebijaksanaan, dan keterbukaan pada bimbingan Roh Kudus.

Tidak ada pengumuman, tidak ada sorotan pada individu—semuanya berpadu dalam satu misi: memilih pemimpin yang akan menuntun lebih dari satu miliar umat Katolik di tengah dunia yang terus berubah.

Selesai misa, para kardinal meninggalkan basilika tanpa sepatah kata kepada publik. Mereka berjalan menuju Domus Sanctae Marthae, rumah tinggal khusus selama konklaf, tempat mereka akan hidup dalam isolasi total hingga Paus baru terpilih.

Besok pagi, mereka akan kembali melangkah—kali ini ke Kapel Sistina. Di sana, di bawah langit-langit Michelangelo yang menggambarkan Penciptaan dan Penghakiman Terakhir, suara pertama akan diambil. Asap dari cerobong kapel akan menjadi satu-satunya pesan kepada dunia: hitam berarti belum, putih berarti seorang Paus telah terpilih.

Dunia menanti. Vatikan berdoa. Dan di antara dinding-dinding kuno yang telah menyaksikan banyak peristiwa besar, konklaf pun dimulai—diam-diam, namun penuh harapan.***

Penulis: djohanes bentah

Berita Terkait

Sepakat Damai, Terdakwa Kasus Dugaan Penipuan Dituntut 7 Bulan Penjara: Kuasa Hukum Apresiasi Langkah Jaksa
UMKoe Luncurkan Student Day, Dorong Kepemimpinan Lintas Budaya dan Kemajuan IPTEK
Pemprov NTT Gelar Jumpa Pers Sosialisasi Pergub Nomor 24 Tahun 2026 tentang Jam Belajar Masyarakat
OPINI TAJAM & EDUKATIF
JEJAK OTORITARIANISME DALAM BAHASA INDONESIA
Gemohing: Dari Tradisi Gotong Royong Jadi Senjata Petani Lawan Tengkulak dan Ketergantungan
Bangga! Mahasiswa UM.Koe Humaira Salma Raih Juara 3 Public Speaking Internasional di Malaysia 2026  
PNS Simbol Kesusksesan Atau Ekspresi Dari Kemiskinan

Berita Terkait

Thursday, 4 June 2026 - 17:14

Sepakat Damai, Terdakwa Kasus Dugaan Penipuan Dituntut 7 Bulan Penjara: Kuasa Hukum Apresiasi Langkah Jaksa

Wednesday, 3 June 2026 - 13:48

UMKoe Luncurkan Student Day, Dorong Kepemimpinan Lintas Budaya dan Kemajuan IPTEK

Friday, 29 May 2026 - 11:38

Pemprov NTT Gelar Jumpa Pers Sosialisasi Pergub Nomor 24 Tahun 2026 tentang Jam Belajar Masyarakat

Saturday, 23 May 2026 - 19:18

OPINI TAJAM & EDUKATIF

Sunday, 10 May 2026 - 19:17

JEJAK OTORITARIANISME DALAM BAHASA INDONESIA

Berita Terbaru