“Bupati Kupang Desak Relokasi Pulau Kera, AGRA NTT Sebut Langkah koersif dan Anti Demokrasi”

Sunday, 27 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang,newsline.id, 26 April 2025 —
Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang untuk merelokasi warga Pulau Kera ke Desa Pantulan, Kecamatan Sulamu, menuai polemik. Aliansi Gerakan Reforma Agraria Nusa Tenggara Timur (AGRA NTT) secara tegas menolak relokasi tersebut, menilai kebijakan Bupati Kupang Yosef Lede bersifat koersif dan tidak berpihak kepada rakyat.

Dalam siaran pers yang diterima media pada Kamis (24/4), Pimpinan AGRA NTT, Fadly Anetong, menilai penggunaan kekuatan negara, termasuk ancaman penurunan aparat TNI, menunjukkan bahwa pemerintah mengedepankan pendekatan intimidatif ketimbang dialog partisipatif.
“Relokasi ini bukanlah sekadar soal administratif. Ini tindakan yang menciderai prinsip demokrasi dan nilai-nilai kemanusiaan,” tegas Anetong.

AGRA NTT mempertanyakan landasan moral, urgensi, hingga keterlibatan Presiden Prabowo dalam proyek relokasi ini. Mereka mendesak pemerintah memberikan penjelasan transparan mengenai tujuan relokasi, dan mengecam penggunaan data sepihak untuk mengklaim dukungan warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebaliknya, Bupati Kupang Yosef Lede menegaskan bahwa relokasi bertujuan untuk memenuhi hak-hak dasar masyarakat Pulau Kera, seperti akses terhadap air bersih, pendidikan, listrik, dan layanan kesehatan. Dalam kesempatan terpisah di sela Pawai Paskah (22/4), Yosef menyatakan bahwa kehidupan warga di Pulau Kera sangat memprihatinkan.

“Anak-anak tidak sekolah, banyak yang menderita gizi buruk. Mereka bahkan harus menyeberang pulau hanya untuk mendapatkan air bersih. Sebagai Bupati, saya bertanggung jawab untuk memastikan kehidupan mereka lebih baik,” ujar Yosef.

Yosef juga menekankan bahwa pendekatan yang dilakukan tetap mengedepankan dialog. “Kita tetap bicara baik-baik dengan mereka. Ini demi kebaikan mereka sendiri,” tambahnya.

Mendukung langkah Bupati, Pengamat Hukum Tata Negara dari Universitas Nusa Cendana, Jhon Tuba Helan, menilai relokasi adalah solusi tepat demi kesejahteraan warga. Ia menekankan pentingnya pendekatan humanis dan penempatan lokasi baru yang sesuai dengan mata pencaharian nelayan.
“Kalau relokasi, harus tetap di pesisir, bukan di pedalaman,” katanya.

Namun AGRA NTT tetap mempertanyakan motif di balik relokasi dan menilai pemerintah mengabaikan aspek sosial-budaya masyarakat Pulau Kera, terutama identitas mereka sebagai komunitas adat dan nelayan suku Bajo.
“Relokasi tanpa analisis sosial-budaya akan memutus mata rantai hidup dan merusak komunitas,” tandas Anetong.

Ketegangan ini memperlihatkan adanya perbedaan pandangan fundamental: di satu sisi, pemerintah mengklaim bertindak demi kesejahteraan rakyat; di sisi lain, masyarakat sipil melalui AGRA NTT mencurigai adanya motif tersembunyi dan mengkritik penggunaan kekuasaan negara dalam proses relokasi.

Hingga berita ini diturunkan, proses relokasi masih dalam tahap perencanaan. Dialog antara Pemkab Kupang dan perwakilan masyarakat Pulau Kera pun terus diupayakan.***

Penulis: DJOHANES BENTAH

Berita Terkait

Bupati Kupang Hadiri Pentahbisan GPdI Karmel Tunfeu, Soroti Peran Gereja dalam Pembangunan Daerah  
Wakil Bupati Kupang Hadiri Paskah EIS, Puji Lingkungan Belajar dan Dorong Sekolah Lain Meniru
Bupati Kupang Dorong SMPN 1 Jadi Sekolah Unggulan, Awasi TKA dan Program Makan Bergizi Gratis  
24 Ketua TP PKK Kecamatan Resmi Dilantik, Pemkab Kupang Fokus Percepat Penanganan Stunting dan Kemiskinan
Jalan Rusak Tunbaun, Mahasiswi Politik Kupang Kritik Lemahnya Respons Pemerintah NTT
Silaturahmi Idul Fitri 1447 H, UM.Koe, Dekan FISIPOL Tekankan Kebersamaan
UM. Koe Kupang Gelar Silahturahmi Idul Fitri 1447 H, Teguhkan Spiritualitas dan Integritas Civitas Akademika
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka Pikul Salib di Pawai Paskah Kupang, Serukan Toleransi dan Persatuan
Berita ini 244 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 17 April 2026 - 15:54

Bupati Kupang Hadiri Pentahbisan GPdI Karmel Tunfeu, Soroti Peran Gereja dalam Pembangunan Daerah  

Thursday, 16 April 2026 - 01:48

Wakil Bupati Kupang Hadiri Paskah EIS, Puji Lingkungan Belajar dan Dorong Sekolah Lain Meniru

Wednesday, 15 April 2026 - 11:15

Bupati Kupang Dorong SMPN 1 Jadi Sekolah Unggulan, Awasi TKA dan Program Makan Bergizi Gratis  

Tuesday, 14 April 2026 - 16:42

24 Ketua TP PKK Kecamatan Resmi Dilantik, Pemkab Kupang Fokus Percepat Penanganan Stunting dan Kemiskinan

Thursday, 9 April 2026 - 00:28

Jalan Rusak Tunbaun, Mahasiswi Politik Kupang Kritik Lemahnya Respons Pemerintah NTT

Berita Terbaru

I Nyoman Krisna Divayana, seorang konselor adiksi di salah satu lembaga rehabilitasi dan juga sebagai paralegal di kantor hukum James Richard and Partners. (Sumber Dok. Istimewa)

Nasional

Waspada!! Narkotika menyerang kalangan remaja dan dewasa

Thursday, 16 Apr 2026 - 11:45