Newsline NTT – Kecamatan Lelak, Kabupaten Manggarai – 13 Februari 2026.Suasana Aula Kantor Kecamatan Lelak pada 12–13 Februari 2026 dipenuhi berbagai aspirasi masyarakat dalam Musrenbangcam RKPD Tahun 2027 yang dirangkaikan dengan pencanangan Kecamatan/Desa Ramah Anak. Tema “Peningkatan Daya Saing Daerah Berbasis Sektor Unggulan” tidak hanya menjadi jargon kegiatan, tetapi menggambarkan harapan warga terhadap pembangunan yang lebih merata dan menyentuh kebutuhan dasar.
Kegiatan tersebut menghadirkan perwakilan OPD, Bhabinkamtibmas, tokoh adat, pemuda, hingga pemerintah desa. Semangat kolaborasi yang mengusung nilai “BerAKHLAK” dan “bangga melayani bangsa” terasa dalam forum itu, menegaskan bahwa pembangunan bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan kerja bersama seluruh elemen masyarakat.
Sekretaris Kecamatan Lelak yang membuka kegiatan mewakili Plt Camat menyampaikan bahwa terdapat 25 usulan prioritas dari masyarakat. Namun, sebagian masih dalam tahap penyempurnaan dan verifikasi. Usulan yang disampaikan mencakup perbaikan infrastruktur jalan, peningkatan layanan kesehatan, hingga kebutuhan fasilitas publik. Salah satu aspirasi yang kembali mengemuka adalah pembangunan Jembatan Wae Porung yang menghubungkan Kampung Raong, Desa Ketang, dengan Desa Bangka Tonggur. Infrastruktur tersebut dinilai vital bagi mobilitas warga, namun hingga kini belum terealisasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anggota DPRD Manggarai dari PDIP, Maria Moto, mengakui banyak usulan masyarakat yang tertunda akibat keterbatasan anggaran serta kebijakan efisiensi. Hal senada disampaikan Anggota DPRD dari PKB, Vinsensius Supriadi, yang menuturkan bahwa sebagian anggaran daerah terserap untuk mendukung program prioritas nasional seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG). Meski demikian, keduanya menegaskan komitmen untuk terus memperjuangkan kebutuhan masyarakat Lelak.
Pada tahun 2026, Kecamatan Lelak memperoleh alokasi anggaran pembangunan sebesar Rp2,024 miliar. Jumlah tersebut dinilai belum sepenuhnya mampu menjawab berbagai kebutuhan mendesak di wilayah itu. Rinciannya meliputi Rp224 juta untuk Pemuda dan Olahraga, Rp1,55 miliar untuk PUPR, Rp100 juta untuk sektor Kesehatan, dan Rp150 juta untuk Pertanian.
Di tengah pembahasan anggaran, Forum Anak Lelak turut menyampaikan sepuluh usulan prioritas, di antaranya perbaikan jalan di sekitar SMAK St. Stefanus Ketang dan SMAN 1 Lelak, serta penyediaan tempat sampah di ruang publik. Dari sektor kesehatan, kebutuhan penempatan dokter di Puskesmas Ketang menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat yang membutuhkan layanan rawat jalan maupun rawat inap.
Kepala Dinas Pertanian Manggarai, Ferdi Ampur, yang hadir mewakili Bupati Manggarai, menyampaikan komitmen pemerintah untuk terus mendorong pemerataan pembangunan. Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif mengawal setiap program agar manfaatnya benar-benar dirasakan bersama.
Meski anggaran terbatas dan sejumlah kebutuhan belum terpenuhi, forum Musrenbang cum tersebut menjadi ruang penting bagi masyarakat Lelak untuk menyampaikan harapan mereka. Warga berharap pembangunan jembatan, peningkatan layanan kesehatan, serta perbaikan infrastruktur jalan dapat segera terealisasi. Di tengah keterbatasan, optimisme itu tetap hidup, menunggu waktu dan komitmen bersama untuk mewujudkannya.***
Penulis : SRT
Editor : Sardiyanto









