Umat Katolik di Cancar, Adakan Seribu Lilin Untuk Perdamaian Dunia

Tuesday, 31 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Doa 1000 Lilin dihalaman Kampung Cancar oleh Umat KBG St. Fransiskus Asisi Cancar untuk Perdamaian Dunia

Foto Doa 1000 Lilin dihalaman Kampung Cancar oleh Umat KBG St. Fransiskus Asisi Cancar untuk Perdamaian Dunia

Ruteng, Newsline NTT – Umat Katolik di Komunitas Basis Gerejawi (KBG) St. Fransiskus Asisi Cancar, Kelurahan Wae Belang, Kec. Ruteng adakan doa 1000 lilin untuk perdamaian dunia pada Sabtu, 28 Maret 2026 di halaman kampung Cancar.

Doa berlangsung mulai pukul 18.00 hingga 19.00 WITA dan dihadiri oleh umat KBG St. Fransiskus Asisi dan sekitarnya yang berjumlah puluhan orang.

Kegiatan ini merupakan serangkaian kegiatan Katekese Devosi kelompok yang ditujukan secara khusus untuk perdamaian dunia di tengah kecamuk perang antar negara di Timur Tengah dan Eropa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi umat KBG St. Fransiskus Asisi Cancar, apa yang terjadi di dunia saat ini benar-benar mengkhawatirkan karena telah menghilangkan nyawa ribuan orang.

Kini dampak perang tak hanya dirasakan oleh warga negara yang terlibat, namun secara perlahan mulai berdampak ke berbagai negara termasuk Indonesia dengan naiknya harga bahan-bahan pokok.

Heribertus Harum, Ketua KBG St. Fransiskus Asisi Cancar mengatakan bahwa apa yang mereka lakukan memang hanya kepedulian kecil yang berharap dapat membawa dampak besar bagi dunia.

“Apa yang kami lakukan ini memang hanya kepedulian kecil, untuk perdamaian yang besar bagi dunia kita ini. Ribuan lilin kecil yang dinyalakan tidaklah seberapa, namun kami mendaraskan doa dan harapan yang besar,” ungkap Heri Harum usai kegiatan berlangsung.

Heri juga menambahkan bahwa, doa seribu lilin ini merupakan bagian dari kegiatan Katekese Devosi yang dilakukan kelompok secara rutin.

Katekese Devosi biasanya bertujuan untuk menyampaikan permohonan dan harapan untuk kebaikan bersama secara umum.

“Biasanya kami punya Katekese Devosi ini dilakukan untuk tujuan-tujuan kebaikan umum, dan pada saat ini kami tujukan khusus bagi perdamaian dunia,” Tutup Heri.

Berita Terkait

TRAGEDI CUNCA WULANG: Dua Wisatawan Austria Tewas Jatuh dari Jembatan Gantung, Praktisi Hukum Soroti Tanggung Jawab Pengelola 
Kongres dan MPA PMKRI 2026: Momentum Besar dari Ruteng untuk Indonesia
Hardiknas 2026: Pemkab Manggarai Dorong Pendidikan Bermutu
PERMAI Kupang Gelar Pembukaan LKTD di STIM Kupang
Wajah Baru Pimpin Kecamatan, Bupati Nabit Tekankan Kehadiran di Lapangan
75 Pejabat Administrator Dilantik, Bupati Nabit: Jabatan Harus Disyukuri dengan Integritas
RJ Kembali Dilaporkan ke Polres Manggarai, Wartawan Obor Timur Jadi Korban Makian di Grup WhatsApp
Bupati Kupang Dorong SMPN 1 Jadi Sekolah Unggulan, Awasi TKA dan Program Makan Bergizi Gratis  

Berita Terkait

Wednesday, 27 May 2026 - 14:02

TRAGEDI CUNCA WULANG: Dua Wisatawan Austria Tewas Jatuh dari Jembatan Gantung, Praktisi Hukum Soroti Tanggung Jawab Pengelola 

Sunday, 24 May 2026 - 15:39

Kongres dan MPA PMKRI 2026: Momentum Besar dari Ruteng untuk Indonesia

Monday, 4 May 2026 - 12:39

Hardiknas 2026: Pemkab Manggarai Dorong Pendidikan Bermutu

Saturday, 25 April 2026 - 22:59

PERMAI Kupang Gelar Pembukaan LKTD di STIM Kupang

Friday, 24 April 2026 - 16:47

Wajah Baru Pimpin Kecamatan, Bupati Nabit Tekankan Kehadiran di Lapangan

Berita Terbaru

Korban dugaan penganiayaan berinisial KD (kanan) didampingi salah satu kuasa hukumnya, I Putu Agus Alit Diva Pranata, S.H. (kiri), usai membuat laporan resmi di Polsek Marga, Kabupaten Tabanan, Bali. Korban melaporkan dugaan tindak penganiayaan yang diduga dilakukan oleh ayah dari mantan kekasihnya. Saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. Sumber foto dok: Adv Florianus.

Hukum

Hubungan Asmara yang Berakhir Pidana

Tuesday, 2 Jun 2026 - 14:46