NTT Newsline.id — Tim Cozy Comodo, peserta Green Leadership Indonesia (GLI) Batch 5 wilayah NTT, menggelar kegiatan goes to school di SMPN 1 Aesesa, Kabupaten Nagekeo, pada Sabtu, 29 November 2025.
Aksi edukasi tersebut mengangkat tema “Pengelolaan sampah dan perilaku ramah lingkungan.” Tujuannya adalah menanamkan kesadaran sejak dini kepada peserta didik mengenai pentingnya menjaga lingkungan, baik di sekolah maupun di rumah.

Melalui pemaparan materi, mini talk (diskusi interaktif), serta berbagai permainan edukatif seperti “cepat-tepat pilah sampah” dan praktik daur ulang sederhana, peserta didik diajak memahami: jenis-jenis sampah, cara memilah sampah dengan benar, serta tindakan-tindakan kecil yang dapat dilakukan untuk meminimalkan dampak lingkungan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tim Cozy Comodo berharap kegiatan ini mampu menjadi pemantik gerakan perubahan di lingkungan sekolah, khususnya dalam membentuk budaya disiplin terhadap kebersihan dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Aksi ini juga merupakan bagian dari komitmen GLI untuk mendorong generasi muda NTT tampil sebagai agen perubahan dalam menghadapi isu perubahan iklim.
Kepala SMPN 1 Aesesa menyambut baik kegiatan ini dan memberikan apresiasi tinggi kepada Tim Cozy Comodo. Beliau menilai program edukasi lingkungan sangat relevan dan penting bagi peserta didik saat ini.
“Kami sangat berterima kasih atas inisiatif Tim Cozy Comodo dari Green Leadership Indonesia. Edukasi tentang sampah dan perilaku ramah lingkungan bukan sekadar materi tambahan, tetapi bagian penting dari pembentukan karakter. Anak-anak perlu ditanamkan kesadaran sejak dini untuk peduli, bertindak, dan menjadi bagian dari solusi. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut dan dapat menginspirasi peserta didik di Nagekeo,” ungkapnya dengan bangga.
Beliau juga menegaskan bahwa pihak sekolah siap mendukung kegiatan-kegiatan lanjutan yang dapat memperkuat budaya bersih dan menciptakan lingkungan belajar yang sehat, nyaman, dan kondusif.
Salah satu anggota Tim Cozy Comodo menyampaikan rasa senangnya dapat berbagi bersama para siswa SMPN 1 Aesesa.
“Edukasi lingkungan bukan hanya teori, tetapi tentang membangun kesadaran dan kebiasaan positif melalui langkah kecil yang dilakukan secara konsisten,” ujarnya.
Sementara itu, Fridolin Efrata Tiko selaku koordinator pelaksana berharap kegiatan ini mampu menggerakkan peserta didik agar lebih peduli lingkungan dan berani mengambil peran nyata.
“Saya berharap peserta didik mulai peduli terhadap lingkungan sekitar, berani membiasakan buang sampah pada tempatnya, memilah sampah, menjaga kebersihan kelas, dan mengajak teman lain untuk melakukan hal yang sama. Gerakan kecil dari diri sendiri dapat membawa perubahan besar bagi sekolah dan Nagekeo ke depannya. GLI juga mengajarkan pentingnya kepemimpinan berbasis aksi, dan saya banyak belajar melalui proses ini,” tutupnya.**
Penulis : Lucianos De Hefrianto Persli








