Skandal BPD Fiktif Sano Lokom: Warga Desak Kades Bertindak, Ancaman Tuntutan Hukum Mengintai

Monday, 27 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Manggarai Timur, NewlineNTT – Tata kelola pemerintahan Desa Sano Lokom, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, kembali menjadi sorotan tajam setelah warga desa secara terbuka mendesak Kepala Desa untuk segera menyelesaikan kasus dugaan BPD (Badan Permusyawaratan Desa) Fiktif. Kasus ini, yang dilaporkan telah berlangsung sejak tahun 2020, dinilai merugikan masyarakat dan mengancam transparansi desa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun NewlineNTT dari warga setempat yang enggan disebutkan namanya, salah satu anggota BPD yang namanya terdaftar dan menerima insentif ternyata sudah empat tahun merantau dan meninggalkan Desa Sano Lokom.

“Salah satu BPD-nya sudah empat tahun merantau. Namun sampai sekarang belum diganti. Namanya masih ada dan yang lebih parah, insentifnya tidak jelas siapa yang menerima,” ungkap sumber tersebut, mengindikasikan adanya dugaan penyalahgunaan anggaran desa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ancaman Hukum Jika Kepala Desa Lalai

Warga desa menilai kelalaian ini sebagai bentuk ketidakakuntabelan Kepala Desa dalam menjalankan roda pemerintahan. Mereka menuntut pertanggungjawaban penuh atas kasus BPD fiktif ini, di mana nama anggota BPD tetap tercantum secara resmi, sementara orangnya tidak berada di tempat dan penggantian antarwaktu (PAW) tidak kunjung dilakukan.

Desakan ini tidak main-main. Warga desa Sano Lokom menegaskan akan menempuh jalur hukum jika Kepala Desa dianggap tidak segera mengambil tindakan tegas.

“Jika Kepala Desa dianggap lalai dalam menangani kasus ini, warga desa tidak akan ragu untuk menuntutnya secara hukum. Langkah ini diambil sebagai bentuk desakan agar kasus BPD fiktif dapat segera diselesaikan dan keadilan dapat ditegakkan,” tambah sumber tersebut.

Kepala Desa Pilih Bungkam

Kasus ini kini menjadi perhatian serius bagi masyarakat Desa Sano Lokom dan sekitarnya, serta menjadi peringatan keras bagi para pemimpin desa untuk lebih transparan dan akuntabel.

Terkait desakan dan ancaman tuntutan hukum dari warganya, Media NewlineNTT mencoba menghubungi Kepala Desa Sano Lokom lewat pesan WhatsApp untuk meminta klarifikasi langsung, namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum merespon untuk memberikan tanggapan sama sekali.

Sikap Kepala Desa ini justru semakin memperkuat desakan publik untuk menuntaskan kasus dugaan penyelewengan tata kelola BPD yang telah berlarut-larut sejak tahun 2020.

Penulis : SRT

Editor : Media NewslineNtt

Berita Terkait

Tinju Piala Wali Kota: Olahraga Jadi Energi Kemanusiaan
Wawali Hadiri Penutupan Pekan QRIS Nasional 2026, Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital
Pemkot Kupang Fasilitasi Bantuan Gempa Flores Bersama TASPEN dan Gekraf
Sidak Pangkalan Minyak Tanah,Wali Kota Kupang Usulkan Tambahan Kuota Minyak Tanah 500 Kiloliter ‎ ‎
Wawali Buka Event Budaya dan Pesta Rakyat Liliba, Dorong Pelestarian Budaya dan Penguatan UMKM ‎
Pemkot dan TP PKK Deteksi Dini, Lindungi Perempuan Kota Kupang dari Kanker
Wali Kota Kupang Lantik 148 Pejabat, Tekankan Tanggung Jawab dan Inovasi ‎
Wali Kota Kupang: AI Harus Memperkuat Guru, Bukan Menggantikan Peran Guru

Berita Terkait

Sunday, 23 August 2026 - 22:05

Tinju Piala Wali Kota: Olahraga Jadi Energi Kemanusiaan

Wednesday, 19 August 2026 - 12:23

Wawali Hadiri Penutupan Pekan QRIS Nasional 2026, Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital

Tuesday, 18 August 2026 - 19:22

Pemkot Kupang Fasilitasi Bantuan Gempa Flores Bersama TASPEN dan Gekraf

Friday, 14 August 2026 - 22:58

Sidak Pangkalan Minyak Tanah,Wali Kota Kupang Usulkan Tambahan Kuota Minyak Tanah 500 Kiloliter ‎ ‎

Friday, 14 August 2026 - 03:41

Wawali Buka Event Budaya dan Pesta Rakyat Liliba, Dorong Pelestarian Budaya dan Penguatan UMKM ‎

Berita Terbaru