Ruteng, Newsline NTT — Kualitas proyek rehabilitasi Ruas Jalan Paka–Langgo, Desa Golo Muntas, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah video viral di media sosial menunjukkan lapisan aspal jalan mudah dicungkil hanya menggunakan jari tangan. Rekaman tersebut memicu kemarahan masyarakat dan desakan agar kontraktor pelaksana segera diberi sanksi tegas.
Dalam video berdurasi 18 dan 56 detik itu, terlihat seorang pria berbaju hitam dengan mudah mengangkat gumpalan aspal dari badan jalan tanpa alat bantu. Kondisi tersebut mengindikasikan dugaan kuat adanya pengerjaan yang jauh dari standar konstruksi sebagaimana dilaporkan media Newsline NTT sebelumnya.
Menanggapi video viral tersebut, pegiat sosial dan aktivis HAM, Teo Hanpalam, mendesak Kejaksaan Negeri Manggarai segera turun melakukan penyelidikan, khususnya terkait potensi dugaan korupsi dalam proyek tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya pikir pengawas proyek harus turun ke lapangan dan mengecek secara keseluruhan kualitas jalan disitu. Kalau memang tidak sesuai standarisasi pekerjaan, kontraktor harus bertanggungjawab sepenuhnya untuk segera memperbaiki jalan tersebut”. Tegas Teo saat dihubungi media Newline NTT, Selasa (18/11/2025)
Ia menambahkan, menurut laporan dan informasi yang ia terima, persoalan kualitas proyek jalan yang tidak berkualitas terjadi di beberapa kecamatan di Manggarai.
“Saya dengar informasi dan ini juga sudah disebutkan oleh salah satu anggota DPRD Manggarai (Arlan Nala-Red) yang menyebut bahwa ada beberapa ruas jalan di sejumlah kecamatan dengan kualitas bermasalah,” ujarnya.
Karena itu, kata Teo, Kejaksaan Negeri Manggarai perlu memastikan apakah terdapat potensi penyimpangan anggaran dalam pelaksanaan proyek.
Diduga Ada Intimidasi Terhadap Pembuat Video Viral
Selain masalah kualitas, polemik proyek jalan tersebut makin melebar setelah muncul tudingan intimidasi terhadap warga yang mengunggah video viral itu.
Alosius Jenudin, warga yang terlihat dalam video, mengaku didatangi tiga orang yang disebut sebagai oknum dari Dinas PUPR Manggarai pada Senin malam, 17 November 2025.
“Tadi ada tiga orang dari Dinas PUPR Manggarai datang kerumah ketemu saya untuk minta stop buat viral proyek ini, bahkan mereka mengaku atas suruhan pa Bupati mereka juga intimidasi saya tadi,” jelas Alosius Jenudin sebagaimana laporan dari VoxNtt.com, Senin malam.
Tindakan dugaan intimidasi itu mendapat tanggapan keras dari Teo Hanpalam. Ia menilai insiden tersebut harus diselidiki dan disanksi.
“Apakah mereka datang sebagai pribadi atau tugas dari Dinas. Kita perlu cek itu, sebab bagi saya tindakan warga yang membuat video tersebut merupakan bagian dari pengawasan publik. Itu kan dana masyarakat yang digunakan untuk proyek tersebut, saya pikir itu wajar saja kalau warga di sekitar ruas jalan itu mengawasi proyek tersebut.” Ujar Teo.
Ia menegaskan bahwa tindakan merekam dan menyampaikan protes publik bukanlah pelanggaran hukum.
“Tindakan mereka sudah benar itu, dan tidak ada aturan yang dilanggar, karena memang proyek itu tidak berkualitas. Saya minta oknum yang intimidasi warga untuk minta maaf kepada publik. Dinas terkait juga harus evaluasi mereka. Tidak boleh lagi menghalang halangi, membungkam fungsi pengawasan publik terhadap program pemerintah, itu hak mereka.” Tutup Aktivis HAM tersebut.***
Penulis : Gabriel Esong








