Viktor Laiskodat Dorong Belu Jadi Kawasan Perdagangan Bebas, Serap Aspirasi Warga Perbatasan

Friday, 13 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belu, newsline.id || Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, DR. Viktor Bungtilu Laiskodat, SH, M.Si, mendorong percepatan pembentukan kawasan perdagangan bebas (Free Trade Zone) di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste, khususnya di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Hal ini ia sampaikan dalam pertemuan tatap muka bersama ribuan warga di Aula Gereja Tukuneno, dalam rangkaian kegiatan resesnya di daerah perbatasan tersebut.

Dalam dialog terbuka, Viktor Laiskodat menekankan bahwa perbatasan negara tidak semata menjadi batas kedaulatan, tetapi harus dimaknai sebagai ruang interaksi ekonomi, sosial, dan budaya yang saling menguntungkan. Menurutnya, pembahasan kawasan perdagangan bebas telah masuk dalam agenda diplomasi di tingkat Kementerian Luar Negeri kedua negara.

“Kita harus melihat perbatasan ini bukan sebagai tembok pembatas, tapi sebagai jembatan penghubung. Gagasan perdagangan bebas akan membuka peluang besar bagi kemajuan daerah seperti Belu,” tegas Viktor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai bahwa penguatan konektivitas ekonomi lintas negara akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan sektor lokal, termasuk UMKM dan perdagangan rakyat di wilayah perbatasan.

Tanggapi Aspirasi Warga Soal Infrastruktur dan Perumahan

Pertemuan tersebut juga menjadi wadah warga untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Beberapa warga menyuarakan keprihatinan atas kondisi infrastruktur jalan yang rusak serta banyaknya rumah tidak layak huni.

Menanggapi hal ini, Viktor menjelaskan bahwa pemerintah pusat saat ini sedang melakukan efisiensi anggaran sebagai bagian dari strategi pemulihan ekonomi nasional.

“Memang ada beberapa proyek yang tertunda karena keterbatasan anggaran. Namun kita optimis, tahun 2027 nanti kondisi fiskal akan lebih stabil dan pembangunan infrastruktur bisa kembali dilanjutkan,” ujarnya.

Dorong Potensi Wisata dan Budaya Lokal

Di hadapan masyarakat, Viktor juga menyoroti potensi pariwisata Belu, terutama kawasan Padang Fulan Fehan yang dinilainya memiliki daya tarik tinggi. Ia menyebut pengembangan kawasan wisata perlu didukung dengan fasilitas penunjang seperti akomodasi dan kuliner agar dapat bersaing dengan destinasi lainnya.

Tak hanya itu, Viktor juga menekankan pentingnya pelestarian warisan budaya lokal. Ia menyebut tarian Likurai sebagai simbol budaya Belu yang harus terus dijaga dan dipromosikan ke tingkat nasional maupun internasional.

Distribusi Bantuan Sembako untuk Warga Perbatasan

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat, Viktor Laiskodat juga membagikan 1.000 paket sembako kepada warga. Bantuan tersebut terdiri dari beras, telur, minyak goreng, dan susu, yang disalurkan kepada masyarakat dari empat wilayah pemilihan di Kabupaten Belu.

Tenaga Ahli Viktor, Benedictus “Benny” Manek, SE, menyebut bantuan ini sebagai bagian dari komitmen Viktor terhadap ketahanan pangan masyarakat perbatasan.

“Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga, terutama dalam menghadapi fluktuasi harga bahan pokok,” ujar Benny.

Pejabat dan Tokoh Hadir dalam Reses

Kegiatan reses tersebut turut dihadiri oleh Bupati Belu Willybrodus Lay, Ketua DPD Partai NasDem Belu Kasemirus Kolo, Sekretaris NasDem Vinsen Loe, jajaran pengurus partai, Plt. Kepala Kejaksaan Negeri Belu, Ketua Pengadilan Negeri Atambua, serta ribuan warga dari berbagai kecamatan di perbatasan.

Dengan komitmen memperjuangkan aspirasi masyarakat perbatasan melalui jalur parlemen, Viktor Laiskodat menegaskan bahwa pembangunan kawasan perbatasan harus menjadi prioritas dalam agenda nasional, baik dari sisi ekonomi, infrastruktur, maupun pelestarian budaya.*

Reporter: alvin kali.

Berita Terkait

UMKoe Kirim 1.000 Paket Sembako dan Tim Medis untuk Korban Gempa Flores, Rektor: Ini Tanggung Jawab Kami
BRI Peduli Salurkan Bantuan Tanggap Darurat Gempa Flores di Maumere
10,4 Juta Terkumpul LSF LYCEUM dan BEMJ PBSI Universitas Muhammadiyah Kupang Respon Cepat Gelar Aksi Galang Dana Korban Gempa Flores
Dasa Cita Kedelapan Jadi Sorotan, Pemprov NTT Klaim Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik Makin Meningkat
Gubernur Melki Laka Lena Gerak Cepat Pantau Dampak Gempa di Flores
‎Perserikatan Solidaritas Perempuan Menggugat UU Cipta Kerja:Lawan Perampasan Ruang Hidup dan Eksploitasi 
Tindak Pidana Kecelakaan Lalu Lintas yang Dilakukan Anak di Bawah Umur Karena Culpa Menyebabkan Meninggalnya Orang Lain.
Cipayung Plus dan FMN Kota Kupang Tolak Penyematan Gelar “Raja Timor” kepada Joko Widodo

Berita Terkait

Thursday, 20 August 2026 - 11:58

UMKoe Kirim 1.000 Paket Sembako dan Tim Medis untuk Korban Gempa Flores, Rektor: Ini Tanggung Jawab Kami

Sunday, 16 August 2026 - 20:40

BRI Peduli Salurkan Bantuan Tanggap Darurat Gempa Flores di Maumere

Saturday, 15 August 2026 - 23:45

10,4 Juta Terkumpul LSF LYCEUM dan BEMJ PBSI Universitas Muhammadiyah Kupang Respon Cepat Gelar Aksi Galang Dana Korban Gempa Flores

Saturday, 15 August 2026 - 13:05

Dasa Cita Kedelapan Jadi Sorotan, Pemprov NTT Klaim Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik Makin Meningkat

Saturday, 15 August 2026 - 09:44

Gubernur Melki Laka Lena Gerak Cepat Pantau Dampak Gempa di Flores

Berita Terbaru