Rektor IAKN Ditantang Aktivis Soal PPPK: “Kalau Punya Nyali, Klarifikasi Terbuka di Depan Publik!”

Friday, 6 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUPANG, NEWSLINE.ID – Rektor Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, Dr. I Made Suardana, mendapat tantangan terbuka dari aktivis intelektual muda untuk segera menjelaskan dugaan praktik nepotisme dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II.

Tantangan itu datang dari Ketua Umum Ikatan Kaum Intelektual Fatuleu (IKIF), Asten Bait, yang menyebut ada aroma “konspirasi busuk” di balik proses seleksi, karena salah satu nama yang lolos adalah istri seorang dekan, bukan pegawai yang sudah mengabdi selama belasan tahun.

“Kalau Pak Rektor rasa punya nyali, silakan klarifikasi terbuka di depan publik. Jangan main aman di balik meja. Masyarakat dan mahasiswa sudah muak dengan pola-pola begini yang hanya melukai hati para pejuang kampus,” tegas Asten, Jumat (6/6/2025) di Kupang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Menurut Asten, pihaknya mengantongi data bahwa peserta yang lolos bukan pegawai tetap, melainkan dosen paruh waktu yang bahkan tidak pernah diakui sebagai staf struktural.

“Dengar baik, yang sudah kerja 12 tahun justru dicoret. Yang muncul malah ‘orang dalam’ yang kebetulan istri dekan. Ini bukan soal merit, ini soal koneksi. Dan itu menjijikkan,” sembur Asten dengan nada geram.

 

Ia menegaskan, formasi PPPK tersebut bukan untuk dosen, tapi khusus untuk pegawai non-dosen, sehingga keputusan yang diambil panitia seleksi sangat tidak logis dan mencederai keadilan.

“Formasinya jelas untuk pegawai, tapi kok bisa-bisanya seorang dosen part time—yang belum tentu masuk database pegawai—justru yang lolos? Ini bukan keliru, ini busuk!” ujarnya.

 

Asten mendesak Rektor IAKN untuk tidak bersikap bungkam atas isu ini, sebab publik sudah mulai mencium kejanggalan serius dalam proses rekrutmen PPPK tersebut.

“Kalau tidak ada klarifikasi resmi dalam waktu dekat, kami akan bergerak. Ombudsman, Kemenag, bahkan Komisi X DPR RI akan kami datangi. Jangan bermain-main dengan pengabdian orang yang selama ini diam-diam bekerja tulus,” ancamnya.

 

Di akhir pernyataannya, Asten mengajak seluruh civitas akademika dan masyarakat NTT untuk tidak tinggal diam atas praktik-praktik culas yang merusak wajah dunia pendidikan.

“IAKN Kupang harus bersih dari mental kolonial dan budaya korup. Kalau pejabatnya mulai bermain api, jangan salahkan kalau mahasiswa dan rakyat turun tangan. Ini kampus, bukan kerajaan,” tutupnya.

 

Reporter: Djohanes Bentah

Berita Terkait

Pemkot Kupang dan Kejari Kota Kupang Perkuat Komitmen Cegah Persoalan Hukum dalam Penyelenggaraan Pemerintahan ‎
Tim PKM-PI Unwira Kupang Ciptakan TempeTech, Inovasi Teknologi untuk Tingkatkan Produktivitas Produksi Tempe
Dari Ketua OSIS hingga Duta Bahasa NTT, Gabriel Rivaldi Seran Kembali ke SMAN Halioan Berbagi Inspirasi
Alumni Undana Jadi Korban Penembakan, BEM Undana Desak Pengusutan Tuntas ‎
Mahasiswa FISIP UNWIRA, Bedah Ketimpangan Struktural NTT Lewat Diskusi Kritis Lapak Neraka 
Mahasiswa KKN UMKOE Sosialisasikan Pencegahan Bullying di SD Impres Kuanino 3
Cegah Bullying Sejak Dini, Mahasiswa KKN Reguler UM.Koe Sosialisasi di SD Inpres Naikoten 2
81 Merdeka, Buku #Reset Indonesia Bongkar Cara Pusat Mengelola Daerah

Berita Terkait

Wednesday, 7 October 2026 - 00:41

Pemkot Kupang dan Kejari Kota Kupang Perkuat Komitmen Cegah Persoalan Hukum dalam Penyelenggaraan Pemerintahan ‎

Wednesday, 16 September 2026 - 00:04

Tim PKM-PI Unwira Kupang Ciptakan TempeTech, Inovasi Teknologi untuk Tingkatkan Produktivitas Produksi Tempe

Saturday, 12 September 2026 - 00:40

Dari Ketua OSIS hingga Duta Bahasa NTT, Gabriel Rivaldi Seran Kembali ke SMAN Halioan Berbagi Inspirasi

Thursday, 10 September 2026 - 21:31

Alumni Undana Jadi Korban Penembakan, BEM Undana Desak Pengusutan Tuntas ‎

Wednesday, 9 September 2026 - 00:49

Mahasiswa FISIP UNWIRA, Bedah Ketimpangan Struktural NTT Lewat Diskusi Kritis Lapak Neraka 

Berita Terbaru

Hukum

PERSELISIHAN KERJA SAMA USAHA BERAKHIR DAMAI

Friday, 2 Oct 2026 - 12:42

Foto bersama Kuasa Hukum bersama korban usai memberikan keterangan di Polsek Biboki Utara,Foto: Doc.Kuasa Hukum/
‎
‎

Kabupaten Timor Tengah Utara

Dugaan Pengrusakan Rumah Warga di TTU, Kini Masuk Tahap Penyelidikan  ‎

Saturday, 26 Sep 2026 - 13:44