BERITA TERPOPULER Polisi Diduga Alih Fungsi Jadi Pengukur Tanah di Hari Libur, Warga NTT Geram!

Thursday, 15 May 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kupang, newsline.id, 14 Mei 2025 — Aksi unjuk rasa memanas di depan polda Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah sekelompok warga dari Oenunu, Batuplat, menyuarakan kekecewaan mendalam terhadap institusi kepolisian. Mereka menuding aparat telah menyalahgunakan wewenang dengan terlibat dalam pengukuran tanah sengketa tanpa dasar hukum yang jelas.

Peristiwa yang memicu kemarahan warga terjadi pada Rabu, 16 April 2025 — tepat saat masa tenang perayaan Hari Raya Paskah. Menurut keterangan warga, sejumlah aparat kepolisian mendatangi lokasi sengketa dengan membawa mobil Inafis. Mereka didampingi oleh petugas Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta beberapa orang tak dikenal yang diduga preman. Tujuan kedatangan mereka diduga kuat untuk melakukan pengukuran tanah yang status hukumnya masih dipersoalkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hingga hari ini, polisi sudah beralih fungsi jadi pengukur tanah. Seperti yang terjadi di Oenunu, Batuplat. Hari libur, masa tenang Paskah, polisi malah datang bawa Inafis dan BPN, bahkan ada preman-preman ikut mau ukur tanah,” seru salah satu orator aksi dengan lantang di depan polda NTT.

 

Tak hanya memprotes keterlibatan polisi pada hari libur, warga juga mempertanyakan legalitas tindakan tersebut. Mereka menegaskan bahwa tidak ada surat tugas atau perintah resmi yang dibawa oleh aparat saat pengukuran berlangsung.

“Masa polisi di hari libur datang urus pengukuran tanah? Lebihnya lagi, tidak ada surat tugas atau perintah. Tapi polisi turun seperti tak paham hukum,” tegas salah seorang peserta aksi dengan nada geram.

Lebih jauh, aksi ini juga menjadi ajang penyampaian keresahan masyarakat kecil yang merasa terpinggirkan dalam proses hukum. Mereka menyebut bahwa laporan-laporan pidana yang pernah diajukan tidak pernah ditindaklanjuti secara jelas.

“Jangan sampai polisi hanya berpihak pada yang punya uang. Kami masyarakat kecil yang tak punya kuasa, mau mengadu ke mana? Laporan pidana kami sudah bertumpuk di kepolisian, tapi tidak ada kejelasan. Sekarang polisi malah turun ukur tanah lagi,” tandas seorang warga lainnya yang ikut berorasi.

 

Aksi ini menjadi cerminan kuat ketidakpercayaan masyarakat terhadap netralitas aparat penegak hukum dalam konflik agraria yang masih marak terjadi di NTT. Mereka menilai aparat sering kali justru memperkeruh konflik dengan terlibat langsung di lapangan tanpa prosedur yang sah.

Masyarakat kini menunggu respons cepat dan transparan dari Polda NTT guna memulihkan kepercayaan publik. Mereka mendesak adanya investigasi independen terhadap dugaan pelanggaran kewenangan oleh aparat yang terlibat.***

PENULIS: REDAKSI NTT DJOHANES BENTAH

Berita Terkait

Bangga! Mahasiswa UM.Koe Humaira Salma Raih Juara 3 Public Speaking Internasional di Malaysia 2026  
Waspada!! Narkotika menyerang kalangan remaja dan dewasa
Perlindungan Hukum Terhadap Warga Negara Indonesia Dalam Hal Perselisihan Perjanjian Dengan Warga Negara Asing di Wilayah Bali
KONTRAKTOR LOKAL DIDUGA DITIPU WNA DALAM PROYEK VILA DI BALI, KASUS DITANGANI KANTOR HUKUM TERNAMA
Law Firm James Richard & Partners Dampingi Terdakwa di PN Denpasar, Optimis Raih Keadilan ‎
Silaturahmi Idul Fitri 1447 H, UM.Koe, Dekan FISIPOL Tekankan Kebersamaan
PENGACARA INDONESIA SOROTI INTERVENSI DAN INTIMIDASI KLIEN WNA DALAM PROSES HUKUM
UM. Koe Kupang Gelar Silahturahmi Idul Fitri 1447 H, Teguhkan Spiritualitas dan Integritas Civitas Akademika
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 18 April 2026 - 16:56

Bangga! Mahasiswa UM.Koe Humaira Salma Raih Juara 3 Public Speaking Internasional di Malaysia 2026  

Thursday, 16 April 2026 - 11:45

Waspada!! Narkotika menyerang kalangan remaja dan dewasa

Wednesday, 15 April 2026 - 15:19

Perlindungan Hukum Terhadap Warga Negara Indonesia Dalam Hal Perselisihan Perjanjian Dengan Warga Negara Asing di Wilayah Bali

Wednesday, 15 April 2026 - 15:04

KONTRAKTOR LOKAL DIDUGA DITIPU WNA DALAM PROYEK VILA DI BALI, KASUS DITANGANI KANTOR HUKUM TERNAMA

Thursday, 9 April 2026 - 23:48

Law Firm James Richard & Partners Dampingi Terdakwa di PN Denpasar, Optimis Raih Keadilan ‎

Berita Terbaru

I Nyoman Krisna Divayana, seorang konselor adiksi di salah satu lembaga rehabilitasi dan juga sebagai paralegal di kantor hukum James Richard and Partners. (Sumber Dok. Istimewa)

Nasional

Waspada!! Narkotika menyerang kalangan remaja dan dewasa

Thursday, 16 Apr 2026 - 11:45