DPP AP2 Indonesi Desak Mabes Polri dan Dewan Pers Turun Tangan Usut Tuntas Kasus Intimidasi Wartawan di SBD ‎

Saturday, 25 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang wartawan di Sumba Barat Daya diduga mengalami pemukulan saat meliput kunjungan Menteri Kesehatan di RSUD Reda Bolo, Kamis (23/04/2026).Foto:Dok.Itimewa.

Seorang wartawan di Sumba Barat Daya diduga mengalami pemukulan saat meliput kunjungan Menteri Kesehatan di RSUD Reda Bolo, Kamis (23/04/2026).Foto:Dok.Itimewa.

Newsline NTT – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Aliansi Pemuda dan Pelajar (AP2) Indonesia Mendesak Mabes Polri Dan Dewan Pers Turun Langsung untuk Mengawal Kasus Pemukulan Terhadap Wartawan Di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) segera Menangkap Pelaku.

‎Korban Pemukulan Wartawan bernama Gunter Meha terjadi pada saat Pada saat melakukan tugas peliputan kunjungan Menteri kesehatan di rumah sakit umum Radabolo Pada Kamis (23/04/2026). Beberapa media ikuti kunjungan Menteri dan Gubernur dalam rangka meninjau langsung pembangunan rumah sakit yang baru dan melihat langsung fasilitas yang ada.Plh Ketua Umum DPP AP2 Indonesia, Yasir Mukadir Menjelaskan, Perbuatan Tersebut Adalah Pidana Murni Dan Harus Segera Ditangkap Pelakunya.Jika Tidak, kami akan Datangi dan Demi Besear besaran di Mabes Polri.

‎Dan Jika Ini Terus Dibiarkan, maka Dunia pers kabupaten Sumba Barat Daya terancam darurat akibat ancaman dan pemukulan dari oknum-oknum tertentu, sepertinya ada keinginan menghambat proses peliputan berita, ada upaya bungkam lewat krucu-krucu bagian dari staf pemerintah, ada oknum tertentu mencari panggung lewat perbuatan konyol dengan melakukan pemukul keji kepada wartawan Media TipikorInvestigasiNews.id, Gunter Meha, Kamis 23 April 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

‎Kejadian brutal itu dialami oleh Gunter Meha. Saat melakukan tugas jurnalistik dengan meliput situasi kunjungan Menteri Budi Gunadi Sadikin dan Gubernur Melki Laka Lena di RUSD Reda Bolo.

‎Namun beberapa oknum tertentu yang diduga P3K, secara spontan dan sadis melakukan pengancaman, pelarangan terhadap wartawan untuk tidak meliput sampai terjadi pemukulan dan tendangan dengan di sertai ancaman kasar kepada wartawan tersebut.

‎”Saya juga di tendang hingga terjatuh”kata Gunter

Tidak hanya itu, pelecehan profesi wartawan juga di lakukan dengan merampas hp korban  ketika merekam momen hitam itu.

‎”Bahkan Handpone saya di rampas saat memvideokan peristiwa itu”ungkapnya.

‎lebih lanjut saat dirinya melaporkan aksi itu  di markas polres SBD, untuk mengambil langkah hukum atas perbuatan sejumlah pelaku

‎Saya berharap kasus ini diproses sesuai hukum yang berlaku” ungkap Gunter Meha.

‎Sampai berita ini di tayangkan pihak terduga pelaku belum di hubungi alasan tidak ada diketahui nomor telfonnya, dan alamat rumah pelaku tidak diketahui, bahkan pihak Polres SBD belum memberikan keterangan resmi.

‎Salah satu ketua kelompok Tani dari Pantai Utara bernama Agustinus Wakur Kaka, kepada media ini menyampaikan segala sesuatu kepada Wartawan tidak boleh pakai kekerasan, jika ada informasi yang menurut pelaku terkait berita yang tidak sesuai dengan keinginan disampaikan kepada media tersebut untuk di klarifikasi, Agus mengecam terhadap pelaku pemukulan terhadap wartawan harus di proses secara hukum agar duduk persoalan dapat terungkap,lanjutnya jaman ini tidak ada lagi kekerasan, jelasnya.

‎Yasir Mukadir,Menambahkan, kejadian tersebut sangat aneh dimana saat agenda kunjungan kerja Menteri Kesehatan RI dan Gubernur NTT di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Reda Bolo, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), kok berakhir ricuh. Bahkan seorang jurnalis dari media Tipikorinvestigasinews.id, Gunter Guru Ladu Meha, menjadi korban dugaan penganiayaan dan intimidasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK).

‎Yasir Berharap, Kejadian Ini Juga merupakan Pintu Masuk APH untuk menelusuri Ada apa Hingga Pihak Rumah Sakit diduga Menggunakan preman? Hingga insiden kekerasan ini mengakibatkan korban mengalami luka-luka.

‎Korban berharap kasus ini harus di usut sampai tuntas karena sudah ada laporan polisi.ini merupakan pembungkaman terhadap ruang publik dan hak asasi***

 

 

 

 

Editor : Sardiyanto

Berita Terkait

Wajah Baru Pimpin Kecamatan, Bupati Nabit Tekankan Kehadiran di Lapangan
75 Pejabat Administrator Dilantik, Bupati Nabit: Jabatan Harus Disyukuri dengan Integritas
STATUS HUKUM PENGALIHAN HARTA BAWAAN YANG DILAKUKAN SAAT PEMILIK DALAM KEADAAN SAKIT DAN TIDAK SADAR PENUH
Dugaan Penyelundupan Impor di Bali untuk Menghindari Bea Cukai 
Oknum mengaku advokat menipu investor asing
RJ Kembali Dilaporkan ke Polres Manggarai, Wartawan Obor Timur Jadi Korban Makian di Grup WhatsApp
Waspada!! Narkotika menyerang kalangan remaja dan dewasa
Ramai Fenomena “Bule Nakal” di Bali, Pekerja Lokal Dirugikan Modus Penipuan Wisatawan  

Berita Terkait

Saturday, 25 April 2026 - 15:23

DPP AP2 Indonesi Desak Mabes Polri dan Dewan Pers Turun Tangan Usut Tuntas Kasus Intimidasi Wartawan di SBD ‎

Friday, 24 April 2026 - 16:47

Wajah Baru Pimpin Kecamatan, Bupati Nabit Tekankan Kehadiran di Lapangan

Friday, 24 April 2026 - 12:04

75 Pejabat Administrator Dilantik, Bupati Nabit: Jabatan Harus Disyukuri dengan Integritas

Thursday, 23 April 2026 - 14:12

Dugaan Penyelundupan Impor di Bali untuk Menghindari Bea Cukai 

Tuesday, 21 April 2026 - 17:41

Oknum mengaku advokat menipu investor asing

Berita Terbaru