Air Pamsimas Rusak, Pemuda Faturika Keluhkan Dampak Ekonomi dan Minimnya Penanganan

Sunday, 29 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masyarakat berinisiatif melakukan tindakan nyata untuk mengalirkan air.Foto:Yoman/
‎

Masyarakat berinisiatif melakukan tindakan nyata untuk mengalirkan air.Foto:Yoman/ ‎

Newsline NTT – Pemuda Faturika, Kecamatan Raimanuk, kabupaten Belu. Mengeluhkan tidak berfungsinya fasilitas air bersih bantuan Pamsimas yang telah mengalami kerusakan selama kurang lebih satu bulan terakhir. Kerusakan tersebut diketahui terjadi pada bagian modul dan pompa air rusak, sehingga distribusi air bersih kepada masyarakat terhenti total.

Juventus Klaran,selaku pemuda Faturika, menyampaikan bahwa kondisi ini sangat berdampak pada kehidupan masyarakat sehari-hari. Menurutnya, warga kini kesulitan mendapatkan air bersih dan terpaksa harus membeli air dengan harga yang terus meningkat.

Modul air dilaporkan rusak akibat tertimpa pohon yang tumbang di lokasi.Foto:Newsline/Yoman
‎

‎”Dampaknya sangat besar. Masyarakat harus beli air setiap hari, sementara harga air semakin mahal. Ini sangat memberatkan, apalagi sebagian besar warga adalah petani dan peternak,” ungkapnya saat ditemui wartawan Newsline.Minggu,29/03/2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada upaya serius dari pihak pengelola maupun petugas terkait untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Beberapa inisiatif dari masyarakat memang sempat dilakukan, namun tidak membuahkan hasil karena kerusakan utama berada pada mesin air.

‎”Sejauh ini belum ada penanganan yang jelas. Hanya ada upaya perbaikan berkali-kali dari masyarakat, tapi tetap tidak berhasil karena mesin air rusak,” tambahnya.

‎Sementara itu, Raimundus Mau,Selaku Pemuda Mahasiswa yang berasal dari Faturika.Turut memberikan tanggapan terhadap lambannya penanganan persoalan tersebut. Ia menilai pemerintah dan pihak terkait tidak boleh tinggal diam terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Juventus Klaran(kiri)bersama Raimundus Mau(kanan) saat memberikan keterangan kepada media terkait kerusakan fasilitas air bersih Pamsimas yang telah berdampak pada kehidupan masyarakat Faturika.(Foto: Newsline/Sardiyanto)
‎

‎”Masalah air bersih ini menyangkut kebutuhan vital masyarakat. Pemerintah tidak boleh hanya menunggu, tetapi harus segera turun tangan dengan langkah konkret,”tegasnya.

‎Raimundus juga mendorong agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan program Pamsimas, termasuk memastikan adanya teknisi yang kompeten serta ketersediaan anggaran perbaikan.

‎“Harus ada evaluasi total. Pemerintah perlu menyiapkan teknisi yang benar-benar paham, serta memastikan anggaran perawatan tersedia. Jangan sampai program yang sudah ada justru terbengkalai,” ujarnya.

‎Ia juga menawarkan solusi jangka pendek dan jangka panjang agar persoalan serupa tidak terus berulang.

‎“Untuk jangka pendek, segera perbaiki atau ganti mesin yang rusak agar air bisa kembali mengalir. Untuk jangka panjang, perlu sistem pengelolaan yang jelas, pelatihan bagi operator lokal, serta pengawasan rutin dari pemerintah,” tambahnya.

‎Warga pun berharap agar pemerintah setempat maupun pemerintah kabupaten segera menindaklanjuti persoalan ini dengan langkah nyata, sehingga akses air bersih dapat kembali normal.***

Penulis : Sardiyanto

Editor : Sardiyanto

Berita Terkait

Pemkot Kupang dan Kejari Kota Kupang Perkuat Komitmen Cegah Persoalan Hukum dalam Penyelenggaraan Pemerintahan ‎
PERSELISIHAN KERJA SAMA USAHA BERAKHIR DAMAI
Dugaan Pengrusakan Rumah Warga di TTU, Kini Masuk Tahap Penyelidikan  ‎
Itikad Baik Tersangka Diapresiasi, Kasus Laka Lantas di Denpasar Berakhir Damai Lewat Restorative Justice
Alumni Undana Jadi Korban Penembakan, BEM Undana Desak Pengusutan Tuntas ‎
SEPAKAT DAMAI, KEDUA BELAH PIHAK TEMPUH JALUR RESTORATIF JUSTICE
81 Merdeka, Buku #Reset Indonesia Bongkar Cara Pusat Mengelola Daerah
Kecelakaan Maut di Jalan Gatsu Depan Mall Living World Mengakibatkan Seorang Ibu Meninggal Dunia

Berita Terkait

Wednesday, 7 October 2026 - 00:41

Pemkot Kupang dan Kejari Kota Kupang Perkuat Komitmen Cegah Persoalan Hukum dalam Penyelenggaraan Pemerintahan ‎

Friday, 2 October 2026 - 12:42

PERSELISIHAN KERJA SAMA USAHA BERAKHIR DAMAI

Saturday, 26 September 2026 - 13:44

Dugaan Pengrusakan Rumah Warga di TTU, Kini Masuk Tahap Penyelidikan  ‎

Thursday, 10 September 2026 - 21:31

Alumni Undana Jadi Korban Penembakan, BEM Undana Desak Pengusutan Tuntas ‎

Thursday, 3 September 2026 - 20:57

SEPAKAT DAMAI, KEDUA BELAH PIHAK TEMPUH JALUR RESTORATIF JUSTICE

Berita Terbaru

Hukum

PERSELISIHAN KERJA SAMA USAHA BERAKHIR DAMAI

Friday, 2 Oct 2026 - 12:42

Foto bersama Kuasa Hukum bersama korban usai memberikan keterangan di Polsek Biboki Utara,Foto: Doc.Kuasa Hukum/
‎
‎

Kabupaten Timor Tengah Utara

Dugaan Pengrusakan Rumah Warga di TTU, Kini Masuk Tahap Penyelidikan  ‎

Saturday, 26 Sep 2026 - 13:44