Kupang – Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Kupang (UM.Koe) kembali mencatatkan capaian internasional. Salah satu dosennya, Asmiati, S.Si., M.Sc., terpilih mengikuti program Staff Exchange yang berlangsung pada 18–26 Januari 2026 di Marine Biological Laboratory, Hiroshima University, Jepang.
Program akademik tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus penguatan kolaborasi riset antarnegara. Kegiatan ini mempertemukan akademisi dari berbagai latar belakang untuk berbagi pengalaman, teknologi, serta pengembangan metodologi penelitian mutakhir.
Partisipasi UM.Koe dalam program ini menjadi catatan tersendiri bagi dunia pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT). UM.Koe tercatat sebagai satu-satunya perguruan tinggi dari wilayah NTT yang mengikuti pertukaran staf di universitas ternama Jepang tersebut. Selain itu, UM.Koe juga menjadi universitas pertama di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah se-Indonesia yang terlibat dalam program ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran delegasi dari UM.Koe turut menarik perhatian para akademisi di Hiroshima University. Sejumlah dosen setempat mengaku baru mengenal Muhammadiyah melalui kunjungan tersebut dan mencari informasi lebih lanjut mengenai organisasi itu. Dalam kesempatan itu dijelaskan bahwa Muhammadiyah merupakan organisasi besar di Indonesia yang bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan.
Selama berada di Jepang, Asmiati mengikuti berbagai agenda peningkatan kapasitas, di antaranya pelatihan teknis penggunaan peralatan laboratorium modern, termasuk mikroskop tingkat lanjut untuk penelitian biologi. Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan broadcasting atau penyiaran sebagai bagian dari penguatan kompetensi komunikasi akademik di era digital.
Program Staff Exchange tersebut juga membuka peluang kerja sama lanjutan. Di akhir kegiatan, pihak Hiroshima University menyatakan minat untuk menjajaki kolaborasi berkelanjutan dengan UM.Koe melalui pelatihan tambahan dan riset bersama. Salah satu rencana yang dibahas adalah kolaborasi penelitian internasional terkait satwa endemik Komodo bersama akademisi UM.Koe, serta pengembangan kerja sama di bidang penyiaran.
Capaian ini menjadi tonggak penting bagi UM.Koe dalam memperluas jejaring internasional dan memperkuat daya saing institusi di tingkat global. Kolaborasi yang terjalin diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas riset dan pembelajaran di lingkungan Universitas Muhammadiyah Kupang, sekaligus mengangkat potensi akademisi NTT di kancah dunia.***
Editor : Lucianos De Hefrianto Persli








