Newsline NTT– Insiden dugaan keracunan massal menimpa puluhan pelajar dari beberapa sekolah di Kecamatan Kuwus Kabupaten Manggarai Barat setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (29/01/2026). Para korban saat ini tengah menjalani perawatan intensif di Puskesmas Golowelu.
Namun, upaya konfirmasi yang dilakukan media Detailnew.id kepada Kepala Puskesmas Golowelu, Yoseph Sudi, tidak membuahkan hasil. Meski pesan WhatsApp telah dibaca (centang biru) dan panggilan telepon dilakukan, Yoseph enggan memberikan tanggapan.
Sikap tertutup ini berbanding terbalik dengan keterbukaan Yoseph kepada media nasional seperti Viva.co.id dan TVOneNews.com di hari yang sama. Hal ini memicu spekulasi adanya dugaan tekanan atau intimidasi dari pihak tertentu yang membuat sumber informasi terkesan “terbungkam”.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di sisi lain, Kapolsek Kuwus, Iptu Arsy Lentar, memberikan pernyataan transparan saat dikonfirmasi. Ia membenarkan pernyataan yang telah beredar di media massa, namun menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi dari pihak keluarga korban.
“Sampai saat ini, dari tanggal 29 hingga 30 Januari 2026, belum ada pihak keluarga yang melaporkan dugaan ini ke pihak kepolisian,” ujar Iptu Arsy Lentar kepada Detailnew.id.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab pasti dugaan keracunan maupun alasan tutup mulutnya pihak otoritas kesehatan setempat kepada media.***
Penulis : SRT
Editor : Sardiyanto








