Seminar Natal Nasional 2025 di Ruteng: Menolak Jalan Pintas dan Perlawanan terhadap Judi Online

Saturday, 13 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan Seminar Nasional di Ruteng, Manggarai, NTT/Dok.NewslineNTT

Ruteng, Newsline NTT– Seminar Natal Nasional 2025 di Aula UNIKA St. Paulus Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT,  pada Sabtu (13/12/2025). Kegiatan yang diawali Perayaan Ekaristi oleh Pater Vikjen Keuskupan Agung Ruteng dengan Tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21-24) menjadi dasar refleksi bahwa keselamatan keluarga menuntut kesetiaan, doa, dan penolakan terhadap godaan instan.

Fokus utama seminar adalah fenomena judi online (JUDOL) sebagai jalan pintas yang merusak moral dan ekonomi bangsa. Kesepakatan kolektif peserta menegaskan bahwa penguatan literasi digital menjadi senjata utama untuk memerangi praktik ini.

Solidaritas Natal: Bantuan untuk Korban Bencana

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam laporan panitia, Yohanes Nardi Nandeng menyampaikan bahwa menjelang Natal 2025 Indonesia sedang menghadapi bencana alam di Sumatera dan Aceh. Panitia Natal Nasional turut menyalurkan bantuan sebagai wujud kepedulian sosial.

“Kerja nyata Panitia Natal 2025, yaitu ikut terlibat memberikan sumbangsi membantu korban bencana di Sumatera,” ujar Nardi.

Ia menambahkan Seminar tahun ini digelar di beberapa kota, yaitu Ambon, Medan, Ruteng, Palangkaraya, Bandung, dan Toraja. Subtema khusus di Ruteng menyoroti judi online dan pinjaman online sebagai masalah serius yang harus dicegah sejak keluarga.

Perempuan dan Anak Korban Sekunder Paling Rentan

Keynote speaker Prita Ismayani Sriwidyarti (Sekretaris Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian PPPA) menegaskan bahwa judi online memicu krisis rumah tangga.

“Tekanan utang dan konflik finansial akibat kecanduan judi sering kali berujung pada Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT), serta penelantaran hak anak mulai dari pendidikan hingga pemenuhan gizi,” jelasnya.

Kementerian PPPA berkomitmen memperkuat layanan perlindungan dengan edukasi literasi finansial berbasis gender sebagai pencegahan dini.

Krisis Spiritual dan Ancaman Generasi Muda

Pendeta GPIB Dr. Cindy Cecilia Tumbelaka-van Munster menolak mentalitas “jalan pintas” yang ditawarkan JUDOL karena bertentangan dengan iman.

“Keajaiban Tuhan atau Intervensi Allah ketika kita mengalami kesusahan bukan melalui jalan pintas tetapi hasil perjuangan doa dan pertaruhan iman yang panjang,” tegasnya.

Ketua Presidium PMKRI, Susana Florika Kandaimu, menyoroti ancaman JUDOL bagi keluarga muda, pelajar, dan mahasiswa.

“Sosialisasi mesti dilakukan secara masif. Tidak terbatas untuk kalangan mahasiswa, tetapi juga kepada masyarakat luas. Dukungan dan pendampingan juga disediakan bagi setiap individu dan keluarga yang terdampak,” ujarnya.

Perspektif Ilmiah: Judi Online Mirip Narkoba

Psikolog Dr. Fransiska Widyawaty menjelaskan bahwa judi online adalah perilaku adiktif dengan mekanisme biokimiawi mirip narkoba.

“JUDOL memicu pelepasan dopamin yang berlebihan di otak, menciptakan lingkaran kecanduan yang merusak sistem penghargaan diri dan kontrol,” jelasnya.

Ia mendesak keluarga untuk mengenali ciri-ciri kecanduan seperti perilaku curang, emosi tidak stabil, dan tumpukan utang yang tidak jelas.

Literasi sebagai Praksis Pembebasan

Wakil Ketua LPPM UNIKA St. Paulus, Dr. Maksimilianus Jemali, menamakan fenomena ini sebagai “kulturisasi judi online”.

“Gerakan literasi harus multi-dimensi, mencakup Literasi Digital untuk mengenali modus penipuan, Literasi Finansial untuk melawan utang, dan Literasi Budaya sebagai benteng moral,” tegasnya.

Data Ekonomi: Pemiskinan Sistemik

Romo Dr. Martin Chen, Direktur Puspas Keuskupan Ruteng, menegaskan bahwa transaksi judi online mencapai Rp 1.200 triliun pada 2025.

“Survei mencatat, 71,6% pelaku judi online adalah masyarakat golongan miskin yang berpenghasilan di bawah Rp 5 juta. Fakta ini sunggu memprihatinkan dan harus segera diatasi bersama,” Ujarnya.

Seminar Natal Nasional 2025 di Ruteng menghasilkan kesepakatan kolektif: literasi digital, moral, dan finansial ditempatkan sebagai benteng utama melawan judi online. Pesan Natal tentang harapan dan keselamatan ditegaskan melalui ketahanan sosial dan ekonomi keluarga Indonesia.

 

 

Penulis : Gabriel Esong

Editor : Media NewslineNtt

Berita Terkait

Upaya Kuasa Hukum Law Firm James Richard & Partners Berhasil Fasilitasi RJ Kasus Penggelapan Rp1,1 Miliar di PN Denpasar
Notaris Mangkir 2 Kali Sidang, Tim Kuasa Hukum WNA Laporkan ke Dewan Kehormatan Notaris Badung
IKATAN MAHASISWA BORONG KUPANG (IMBK) MENGGELAR PELANTIKAN BADAN PENGURUS BARU PERIODE 2025/2026. 
Fasum Disertifikatkan, Warga Melawan
RJ Kembali Dilaporkan ke Polres Manggarai, Wartawan Obor Timur Jadi Korban Makian di Grup WhatsApp
Waspada!! Narkotika menyerang kalangan remaja dan dewasa
Ramai Fenomena “Bule Nakal” di Bali, Pekerja Lokal Dirugikan Modus Penipuan Wisatawan  
Dampingi Saksi Kunci, Tim Kuasa Hukum James Richard & Partners Kawal Kasus Penipuan di Polda Bali

Berita Terkait

Tuesday, 12 May 2026 - 22:49

Upaya Kuasa Hukum Law Firm James Richard & Partners Berhasil Fasilitasi RJ Kasus Penggelapan Rp1,1 Miliar di PN Denpasar

Tuesday, 12 May 2026 - 10:17

Notaris Mangkir 2 Kali Sidang, Tim Kuasa Hukum WNA Laporkan ke Dewan Kehormatan Notaris Badung

Sunday, 10 May 2026 - 20:31

IKATAN MAHASISWA BORONG KUPANG (IMBK) MENGGELAR PELANTIKAN BADAN PENGURUS BARU PERIODE 2025/2026. 

Monday, 27 April 2026 - 19:43

Fasum Disertifikatkan, Warga Melawan

Tuesday, 21 April 2026 - 16:25

RJ Kembali Dilaporkan ke Polres Manggarai, Wartawan Obor Timur Jadi Korban Makian di Grup WhatsApp

Berita Terbaru

OPINI

OPINI TAJAM & EDUKATIF

Saturday, 23 May 2026 - 19:18