Selamat Datang Tim Dekranasda Belu di Desa Faturika, PJ Desa dan Masyarakat Sambut dengan Senyum Manis

Wednesday, 3 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Neswline.id – ‎Tim Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Belu bersama rombongan yang terdiri dari beberapa auditor dan staf Kementerian Hukum akhirnya tiba di Desa Faturika dan bertemu dengan sejumlah kelompok tenun, salah satunya kelompok Bet Fetora. Kunjungan tersebut berlangsung pada Selasa, 2 Desember 2025 di Desa Faturika, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, NTT.

‎‎Kegiatan ini merupakan lanjutan dari rangkaian produksi tenun ikat khas Raimanuk yang menjadi bagian tak terpisahkan dari Tais Belu—salah satu kekayaan intelektual dan warisan leluhur yang masih bertahan dan dilestarikan hingga kini.‎

‎Terpantau media ini, Ketua Dekranasda Belu Ny. Vivi Lay diwakili oleh sejumlah pegawai, di antaranya Yudhi, Gunawan, dan Erni. Mereka saat itu bertemu dan berdiskusi langsung dengan para penenun. Di lokasi, tampak pula anggota kelompok lain yang sedang beraktivitas sambil mendengarkan arahan dari para pegawai yang hadir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎‎Penjabat Desa Faturika, Petronela Berek, kepada media ini menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua Dekranasda Belu meskipun kehadirannya diwakili oleh staf.

‎‎“Saya selaku pimpinan di wilayah desa ini sangat antusias atas kehadiran Dekranasda. Ini menjadi salah satu bentuk penghargaan bagi masyarakat Desa Faturika, karena ini merupakan langkah baik dalam menjaga keberlanjutan warisan leluhur. Kami berkomitmen untuk aktif terlibat dalam mendukung dan memfasilitasi kegiatan menenun sesuai dengan kebutuhan para penenun,” ungkapnya.

‎‎Lanjut Nela Berek, ia menegaskan bahwa dalam upaya menjaga warisan leluhur, para penenun harus dilibatkan dalam penyusunan rencana kerja terkait produksi tenun, serta perlu adanya pengawasan intensif dari pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah desa.

‎‎Pada kesempatan yang sama, sejumlah anggota penenun juga menyampaikan rasa terima kasih mereka.

‎‎“Kami mengucapkan limpah terima kasih karena sudah mulai diajak bekerja sama lagi setelah beberapa tahun berlalu. Semoga dengan pendampingan seperti ini kami semakin bersemangat untuk terus berkarya dan tetap bisa bekerja sama dalam proses produksi Tais Talik Raimanuk,” jelas mereka.

‎Menutup kegiatan tersebut, para penenun menyampaikan harapan sekaligus keluhan kecil kepada pemerintah agar segera membuka ruang pemasaran yang lebih baik bagi hasil karya mereka.

‎‎“Kami sebenarnya sangat mampu untuk melukis setiap gambar yang ada, apalagi sesuai motif Tais Raimanuk. Hanya saja, setelah kami membuat banyak, pasarannya minim. Satu lagi, harganya juga jatuh padahal kualitasnya bagus, meskipun prosesnya melelahkan,” keluh mereka.***

Penulis : Sardiyanto

Editor : Hefri Persli

Berita Terkait

Pemkot Kupang dan Kejari Kota Kupang Perkuat Komitmen Cegah Persoalan Hukum dalam Penyelenggaraan Pemerintahan ‎
Alumni Undana Jadi Korban Penembakan, BEM Undana Desak Pengusutan Tuntas ‎
Law Firm James Richard & Partners Dampingi Klien Hadiri Undangan Wawancara di Polres Buleleng
Gerakan Penolakan PC IMM dan Cipayung Plus Kota Kupang Tolak Gelar “Raja Timor” untuk Jokowi ‎
Cipayung Plus Kota Kupang Gelar Mimbar Bebas, Tegaskan Penolakan Penyematan Gelar Raja Timor kepada Jokowi
UM.Koe Siap Dukung PON XXII 2028, Terima Kunjungan Kemenko PMK, Kemenpora, KONI NTT, dan Diaspora NTT
Sukses Tangani Perkara Penipuan, Klien Law Firm James Richard & Partners Berinisial MK Resmi Menghirup Udara Bebas dari LP Kerobokan
Mahasiswa UMKOE Menulis Skripsi Bertajuk:Resistensi Masyarakat Terhadap Hak Atas Tanah Resettlement di Naibonat

Berita Terkait

Wednesday, 7 October 2026 - 00:41

Pemkot Kupang dan Kejari Kota Kupang Perkuat Komitmen Cegah Persoalan Hukum dalam Penyelenggaraan Pemerintahan ‎

Thursday, 10 September 2026 - 21:31

Alumni Undana Jadi Korban Penembakan, BEM Undana Desak Pengusutan Tuntas ‎

Saturday, 15 August 2026 - 10:56

Law Firm James Richard & Partners Dampingi Klien Hadiri Undangan Wawancara di Polres Buleleng

Sunday, 2 August 2026 - 20:51

Gerakan Penolakan PC IMM dan Cipayung Plus Kota Kupang Tolak Gelar “Raja Timor” untuk Jokowi ‎

Sunday, 2 August 2026 - 20:12

Cipayung Plus Kota Kupang Gelar Mimbar Bebas, Tegaskan Penolakan Penyematan Gelar Raja Timor kepada Jokowi

Berita Terbaru

Hukum

PERSELISIHAN KERJA SAMA USAHA BERAKHIR DAMAI

Friday, 2 Oct 2026 - 12:42

Foto bersama Kuasa Hukum bersama korban usai memberikan keterangan di Polsek Biboki Utara,Foto: Doc.Kuasa Hukum/
‎
‎

Kabupaten Timor Tengah Utara

Dugaan Pengrusakan Rumah Warga di TTU, Kini Masuk Tahap Penyelidikan  ‎

Saturday, 26 Sep 2026 - 13:44