Wae Naong, Surga Tersembunyi di Cibal Timur: Eksotisme Sawah Emas, Sungai Jernih, dan Keajaiban Tiwu Tige

Tuesday, 21 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat Mengunjungi Tiwu Tige bersama abang Dustin (Dok: Gabriel/NewslineNtt)

Ruteng, Newsline.id – Di jantung Cibal Timur, tersembunyi sebuah surga kecil yang seolah belum tersentuh waktu. Namanya Wae Naong, permata alam yang terhampar di Bea Reda, Kampung Lengor, Desa Pinggang berbatasan langsung dengan Kabupaten Manggarai Timur.

Tempat ini bukan sekadar destinasi wisata, tetapi ruang di mana alam, budaya, dan spiritualitas berpadu menjadi satu harmoni yang menakjubkan.

Sawah yang indah membentang sepanjang aliran sungai Wae Naong Bea Reda (Dok: Gabriel /NewslineNtt) 

Begitu menjejakkan kaki di kawasan ini, Anda akan disambut oleh panorama sawah bertingkat nan memesona. Dari kejauhan, petak-petak sawah itu menampilkan gradasi warna bak lukisan alam: hijau muda daun padi, kilauan air dari sawah yang baru dibajak, dan kuning keemasan dari padi yang siap dipanen. Setiap sudutnya seperti berbicara dalam bahasa keindahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun pesona Wae Naong tak berhenti di situ. Di balik hamparan sawahnya, mengalir sungai jernih Wae Naong yang sejuk dan tenang, membawa kesejukan bagi siapa pun yang datang. Aliran airnya menuntun Anda menuju sebuah keajaiban alam tersembunyi Tiwu Tige, lubuk alami yang memantulkan cahaya matahari seperti kristal biru kehijauan.

 

Abang Dustin dan seorang petani di pinggir aliran Wae Naong (Dok: Gabriel/NewslineNtt) 

Di tepian Kolam (Tiwu) Tige inilah berdiri Gua Tige, sebuah gua alami yang menyimpan kisah mistis sekaligus daya tarik petualangan tersendiri.

Konon, masyarakat setempat meyakini gua ini sebagai tempat yang sakral, tempat di mana alam menjaga keseimbangannya sendiri. Menyusuri lorong-lorong gua, pengunjung seakan diajak menelusuri sisi sunyi dari keindahan Manggarai yang jarang diketahui banyak orang.

Hangatnya Kehidupan, Kelezatan Lokal, dan Kekaguman Dunia

Setelah Makan Siang berpose bersama petani dan Abang Dustin dari Amerika(Dok: Gabriel /Newslinentt)

Daya tarik Wae Naong bukan hanya terletak pada bentang alamnya, tetapi juga pada kehidupan masyarakatnya yang penuh kehangatan. Para petani di kawasan ini hidup dengan kesederhanaan, namun menyimpan filosofi hidup yang dalam: harmoni dengan tanah, air, dan sesama.

Senyum mereka yang tulus saat menyapa pengunjung adalah bentuk keramahan khas Manggarai yang tak akan Anda temui di tempat lain.

Pengalaman di Wae Naong semakin lengkap dengan cita rasa kulinernya. Wisatawan sering diajak makan siang langsung di pondok sawah dengan menu yang benar-benar segar dari hasil kebun, seperti sayur paku dan ikan air tawar yang baru ditangkap dari Wae Naong.

Suasana makan beratapkan langit biru dan beralaskan karpet alam persawahan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Kekaguman akan keindahan Wae Naong bahkan datang dari mancanegara. Justin, seorang wisatawan asal Amerika, secara terbuka menyatakan kekagumannya setelah menikmati makan siang tersebut.

“Wao, indah sekali pemandangan alamnya! Alam yang utuh, sawahnya cantik ada yang sedang dibajak, ada yang hijau, ada yang menguning, dan ada yang sedang di panen. Aku senang sekali datang ke sini, diajak oleh Adik Gabriel yang baik hati dan disuguhi makanan yang sangat lezat di tengah sawah.” ungkapnya penuh antusias

Dari sinilah wisatawan tidak hanya melihat keindahan, tetapi merasakan dan menjadi bagian dari kehidupan lokal secara utuh.

Penegasan Pemerintah: Wae Naong, Ikon Pertumbuhan Ekonomi Baru

Melihat potensi besar itu, Pemerintah Kabupaten Manggarai kini memberikan perhatian serius terhadap kawasan Wae Naong. Bupati Manggarai, Herybertus G.L. Nabit, secara resmi menetapkan wilayah ini sebagai Kawasan Pertumbuhan Ekonomi Baru (KPEB).

Program strategis ini tidak hanya berfokus pada penguatan sektor pertanian, tetapi juga membuka ruang bagi pengembangan pariwisata alam, budaya, dan edukatif. Dinas Pariwisata dilibatkan untuk melakukan revitalisasi rumah adat, mempercantik akses jalan, serta mengembangkan potensi ekowisata berkelanjutan yang melibatkan masyarakat setempat.

Dalam arah kebijakan tersebut, Wae Naong diharapkan menjadi ikon pembangunan baru Manggarai, simbol kolaborasi antara pelestarian alam dan pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

“Wae Naong bukan hanya tentang  keindahan, tetapi tentang masa depan. Kami ingin masyarakat tumbuh bersama alamnya,” tegas Bupati Hery dalam kunjungan saat membuka secara resmi jalan tadi di desa Pinggang.

Simfoni Alam yang Menenangkan Jiwa

Bayangkan Anda duduk santai di tepi sawah, sementara angin sepoi-sepoi berembus lembut membawa aroma padi yang menguning.

Di kejauhan, terdengar gemericik air Wae Naong berpadu dengan kicauan burung-burung liar yang saling bersahutan. Semua berpadu menciptakan simfoni alam yang menyentuh jiwa.

Suasana hening namun hidup ini menjadikan Wae Naong tempat sempurna bagi siapa pun yang mencari ketenangan dan inspirasi. Tak berlebihan jika tempat ini disebut “surga kecil di timur Manggarai” tempat di mana waktu seolah berjalan lebih lambat, dan setiap tarikan napas terasa lebih bermakna.

Wae Naong: Alam, Kehidupan, dan Harapan Baru

Menikmati suasana alam yang sunyi dan tenang (Dok: Gabriel/Newslinentt)

Lebih dari sekadar destinasi wisata, Wae Naong adalah cermin kehidupantentang keseimbangan antara manusia dan alam, tentang kerja keras dan syukur, serta tentang harapan yang tumbuh di tanah yang subur.

Dengan segala pesonanya, Wae Naong siap menyambut siapa pun yang datang bukan hanya untuk berkunjung, tetapi untuk merasakan dan belajar dari kearifan alam Manggarai.

Datanglah, nikmatilah, dan biarkan Wae Naong menanamkan kedamaian di hati Anda sebuah pengalaman yang tak akan terlupakan.

 

Penulis : Gabriel Esong

Berita Terkait

UMKoe Luncurkan Student Day, Dorong Kepemimpinan Lintas Budaya dan Kemajuan IPTEK
Pemprov NTT Gelar Jumpa Pers Sosialisasi Pergub Nomor 24 Tahun 2026 tentang Jam Belajar Masyarakat
Klien di Tipu, Law Firm James Richard And Partners Sukses Mengembalikan Dana
‎Dari Kupang untuk Papua: FOKMAP-NTT Perkuat Solidaritas di Usia ke-IX ‎
Kongres dan MPA PMKRI 2026: Momentum Besar dari Ruteng untuk Indonesia
OPINI TAJAM & EDUKATIF
Hak Pekerja Proyek Akhirnya Dibayar, Law Firm James Richard Tempuh Jalur Humanis dan Tegas
GMNI Kupang Gelar Nobar Film Pesta Babi, Bahas PSN dan Situasi Papua

Berita Terkait

Wednesday, 3 June 2026 - 13:48

UMKoe Luncurkan Student Day, Dorong Kepemimpinan Lintas Budaya dan Kemajuan IPTEK

Friday, 29 May 2026 - 11:38

Pemprov NTT Gelar Jumpa Pers Sosialisasi Pergub Nomor 24 Tahun 2026 tentang Jam Belajar Masyarakat

Tuesday, 26 May 2026 - 16:37

‎Dari Kupang untuk Papua: FOKMAP-NTT Perkuat Solidaritas di Usia ke-IX ‎

Sunday, 24 May 2026 - 15:39

Kongres dan MPA PMKRI 2026: Momentum Besar dari Ruteng untuk Indonesia

Saturday, 23 May 2026 - 19:18

OPINI TAJAM & EDUKATIF

Berita Terbaru

Korban dugaan penganiayaan berinisial KD (kanan) didampingi salah satu kuasa hukumnya, I Putu Agus Alit Diva Pranata, S.H. (kiri), usai membuat laporan resmi di Polsek Marga, Kabupaten Tabanan, Bali. Korban melaporkan dugaan tindak penganiayaan yang diduga dilakukan oleh ayah dari mantan kekasihnya. Saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. Sumber foto dok: Adv Florianus.

Hukum

Hubungan Asmara yang Berakhir Pidana

Tuesday, 2 Jun 2026 - 14:46