NEWSLINE.ID – 08 April 2026, Elencia Teuf, mahasiswi Ilmu Politik Universitas Nusa Cendana Kupang, menyoroti kondisi jalan rusak di Desa Tunbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, sebagai cermin lemahnya politik pembangunan di Nusa Tenggara Timur.
Menurut Elencia, infrastruktur jalan bukan sekadar sarana transportasi, melainkan indikator keberhasilan pembangunan di wilayah pedesaan. Jalan menjadi penghubung utama aktivitas ekonomi, sosial, dan pendidikan. Namun, di Desa Tunbaun, kondisi jalan yang penuh lubang, permukaan tidak rata, dan semakin parah saat musim hujan, telah menghambat kehidupan masyarakat.
“Kerusakan jalan berdampak langsung pada ekonomi warga yang mayoritas petani dan peternak. Distribusi hasil pertanian dan peternakan ke pasar menjadi sulit, biaya transportasi meningkat, bahkan hasil panen sering rusak di perjalanan,” jelas Elencia. Ia menambahkan, akses ke sekolah dan layanan kesehatan juga terganggu, sementara risiko kecelakaan meningkat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam perspektif politik pembangunan, Elencia menilai persoalan ini bukan semata faktor teknis, melainkan terkait dengan kebijakan publik dan pengambilan keputusan pemerintah. Jalan di Desa Tunbaun berstatus jalan provinsi, sehingga menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi NTT. Namun, penanganan yang dilakukan dinilai belum maksimal, meski masyarakat telah berulang kali melaporkan kondisi tersebut.
Ironisnya, warga dengan keterbatasan ekonomi bahkan melakukan swadaya memperbaiki jalan sebagai bentuk kritik terhadap pemerintah. “Fenomena ini menunjukkan lemahnya responsivitas negara dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat kecil,” tegas Elencia.
Ia menekankan perlunya langkah solutif yang konkret, mulai dari identifikasi masalah berbasis data, kejelasan pembagian kewenangan, perencanaan jangka pendek dan panjang, hingga mekanisme pengawasan yang melibatkan masyarakat. “Tanpa itu, pembangunan hanya akan menjadi jargon politik yang jauh dari realitas warga desa,” pungkasnya.***
Penulis : DJB
Editor : DJOHANES JULIUS BENTAH









