Jalan Rusak Tunbaun, Mahasiswi Politik Kupang Kritik Lemahnya Respons Pemerintah NTT

Thursday, 9 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Elencia Teuf, mahasiswi Ilmu Politik Universitas Nusa Cendana Kupang, asal Desa Tunbaun, Amarasi Barat, yang menyoroti kondisi jalan rusak sebagai cermin lemahnya politik pembangunan di NTT.  

Elencia Teuf, mahasiswi Ilmu Politik Universitas Nusa Cendana Kupang, asal Desa Tunbaun, Amarasi Barat, yang menyoroti kondisi jalan rusak sebagai cermin lemahnya politik pembangunan di NTT.  

NEWSLINE.ID – 08 April 2026, Elencia Teuf, mahasiswi Ilmu Politik Universitas Nusa Cendana Kupang, menyoroti kondisi jalan rusak di Desa Tunbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, sebagai cermin lemahnya politik pembangunan di Nusa Tenggara Timur.

Menurut Elencia, infrastruktur jalan bukan sekadar sarana transportasi, melainkan indikator keberhasilan pembangunan di wilayah pedesaan. Jalan menjadi penghubung utama aktivitas ekonomi, sosial, dan pendidikan. Namun, di Desa Tunbaun, kondisi jalan yang penuh lubang, permukaan tidak rata, dan semakin parah saat musim hujan, telah menghambat kehidupan masyarakat.

“Kerusakan jalan berdampak langsung pada ekonomi warga yang mayoritas petani dan peternak. Distribusi hasil pertanian dan peternakan ke pasar menjadi sulit, biaya transportasi meningkat, bahkan hasil panen sering rusak di perjalanan,” jelas Elencia. Ia menambahkan, akses ke sekolah dan layanan kesehatan juga terganggu, sementara risiko kecelakaan meningkat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam perspektif politik pembangunan, Elencia menilai persoalan ini bukan semata faktor teknis, melainkan terkait dengan kebijakan publik dan pengambilan keputusan pemerintah. Jalan di Desa Tunbaun berstatus jalan provinsi, sehingga menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi NTT. Namun, penanganan yang dilakukan dinilai belum maksimal, meski masyarakat telah berulang kali melaporkan kondisi tersebut.

Ironisnya, warga dengan keterbatasan ekonomi bahkan melakukan swadaya memperbaiki jalan sebagai bentuk kritik terhadap pemerintah. “Fenomena ini menunjukkan lemahnya responsivitas negara dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat kecil,” tegas Elencia.

Ia menekankan perlunya langkah solutif yang konkret, mulai dari identifikasi masalah berbasis data, kejelasan pembagian kewenangan, perencanaan jangka pendek dan panjang, hingga mekanisme pengawasan yang melibatkan masyarakat. “Tanpa itu, pembangunan hanya akan menjadi jargon politik yang jauh dari realitas warga desa,” pungkasnya.***

 

Penulis : DJB

Editor : DJOHANES JULIUS BENTAH

Berita Terkait

Wakil Bupati Kupang Hadiri Paskah EIS, Puji Lingkungan Belajar dan Dorong Sekolah Lain Meniru
Bupati Kupang Dorong SMPN 1 Jadi Sekolah Unggulan, Awasi TKA dan Program Makan Bergizi Gratis  
24 Ketua TP PKK Kecamatan Resmi Dilantik, Pemkab Kupang Fokus Percepat Penanganan Stunting dan Kemiskinan
Umat Katolik di Cancar, Adakan Seribu Lilin Untuk Perdamaian Dunia
Jembatan Timor Raya Kupang Putus, Kendaraan Tak Bisa Melintas  ‎
Satu Tahun Kepemimpinan Bupati, Asten Bait:Stop Retorika Politik, Fokus Kebutuhan Rakyat
Advokat Bali Soroti Ketidakadilan Pasal 34 KUHP Baru, Minta Aparat Tegakkan Hukum Tanpa Tebang Pilih
Pengacara Jadi Garda Terdepan Membela Hak Rakyat, Florianus Aman S.H. Ingatkan Pentingnya Bantuan Hukum

Berita Terkait

Thursday, 16 April 2026 - 01:48

Wakil Bupati Kupang Hadiri Paskah EIS, Puji Lingkungan Belajar dan Dorong Sekolah Lain Meniru

Wednesday, 15 April 2026 - 11:15

Bupati Kupang Dorong SMPN 1 Jadi Sekolah Unggulan, Awasi TKA dan Program Makan Bergizi Gratis  

Tuesday, 14 April 2026 - 16:42

24 Ketua TP PKK Kecamatan Resmi Dilantik, Pemkab Kupang Fokus Percepat Penanganan Stunting dan Kemiskinan

Thursday, 9 April 2026 - 00:28

Jalan Rusak Tunbaun, Mahasiswi Politik Kupang Kritik Lemahnya Respons Pemerintah NTT

Tuesday, 31 March 2026 - 21:18

Umat Katolik di Cancar, Adakan Seribu Lilin Untuk Perdamaian Dunia

Berita Terbaru

I Nyoman Krisna Divayana, seorang konselor adiksi di salah satu lembaga rehabilitasi dan juga sebagai paralegal di kantor hukum James Richard and Partners. (Sumber Dok. Istimewa)

Nasional

Waspada!! Narkotika menyerang kalangan remaja dan dewasa

Thursday, 16 Apr 2026 - 11:45