Neswline NTT- Steering Committee (SC) Himpunan Mahasiswa Pemuda Elar (HIMPER) Kupang menegaskan pentingnya partisipasi aktif seluruh anggota organisasi dalam menyukseskan setiap program kerja yang telah dirancang. Penegasan tersebut disampaikan sebagai upaya menjaga keberlanjutan dan eksistensi HIMPER Kupang sebagai wadah mahasiswa yang baru terbentuk.
Penegasan itu disampaikan langsung oleh Steering Committee HIMPER Kupang, Wilibrodus Burhan, yang akrab disapa Wili, dalam rapat internal panitia kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB).
Rapat tersebut berlangsung di Sekretariat HIMPER Kupang, Jalan Petra Penfui Timur, pada Selasa (27/1/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam rapat tersebut, Wili secara tegas menyoroti pentingnya keterlibatan seluruh anggota organisasi, baik yang tergabung dalam Badan Pengurus Harian (BPH) maupun kepanitiaan. Menurutnya, keberhasilan setiap program kerja tidak dapat dibebankan pada satu bidang atau kelompok tertentu, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen organisasi.
“Sebagai wadah yang baru di bentuk, kekompakan dan kerjasama antara seluruh anggota sangat sangat penting, baik itu dalam internal badan pengurus harian, internal panitia, maupun antara panitia dan badan pengurus harian”, tegas wili.
Wili menjelaskan bahwa HIMPER Kupang saat ini masih berada pada fase awal pembentukan dan konsolidasi organisasi. Pada fase tersebut, kekompakan, komunikasi, dan kerja sama dinilai menjadi fondasi utama agar organisasi mampu bertahan dan berkembang di tengah dinamika organisasi mahasiswa.
Ia juga menekankan bahwa setiap dinamika yang muncul di dalam organisasi merupakan hal yang wajar. Namun, dinamika tersebut seharusnya dijadikan sebagai ruang pembelajaran, bukan justru menjadi alasan untuk melemahkan komitmen anggota terhadap organisasi.
Dalam penyampaiannya, Wili menyoroti pola kerja organisasi yang selama ini cenderung berfokus pada tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing bidang. Ia menilai bahwa fokus pada tupoksi memang penting, namun tidak cukup apabila tidak diimbangi dengan kerja kolektif antar bidang.
Menurut Wili, sistem kerja kolektif perlu diterapkan agar setiap anggota dari berbagai bidang mampu saling membantu, mengisi kekurangan, serta menutup kelemahan bidang lain demi kelancaran program kerja organisasi secara keseluruhan.
Bagi Wili, kerja kolektif bukan berarti menghilangkan peran dan tanggung jawab bidang, melainkan memperkuat sinergi antar bidang agar organisasi tidak berjalan secara parsial. Dengan demikian, setiap program yang dijalankan dapat memberikan dampak maksimal bagi organisasi dan anggotanya.
Selain menyoroti aspek teknis organisasi, Wili juga mengingatkan seluruh anggota tentang esensi keberadaan HIMPER Kupang sebagai wadah mahasiswa. Ia menegaskan bahwa organisasi mahasiswa harus dijadikan sebagai ruang ilmiah yang mendorong anggotanya untuk belajar, bertumbuh, dan mengembangkan kapasitas diri.
“Sebagai mahasiswa, kita harus jadikan wadah ini sebagai wadah ilmiah yg bisa menjadi tempat bagi kita untuk belajar dan bertumbuh bersama. Jangan pernah jadikan dinamika di dalam organisasi sebagai alasan untuk kita undurkan diri dari organisasi dan menciptakan masalah baru di luar,” ujar wili dengan nada menekan.
Wili menilai bahwa sikap mundur dari organisasi akibat dinamika internal justru akan merugikan diri sendiri dan organisasi. Oleh karena itu, ia mendorong seluruh anggota untuk menyelesaikan setiap persoalan secara internal melalui komunikasi yang terbuka dan musyawarah bersama.
Dalam rapat tersebut, Wili juga memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) yang merupakan program besar tahunan Bidang Pengembangan Organisasi (PO). Ia menilai bahwa MPAB memiliki peran strategis sebagai pintu awal bagi calon anggota untuk mengenal nilai, visi, dan arah perjuangan HIMPER Kupang.
Menurutnya, MPAB perdana HIMPER Kupang memiliki tanggung jawab besar karena akan menjadi tolok ukur dan contoh bagi pelaksanaan MPAB di tahun-tahun berikutnya. Oleh karena itu, seluruh panitia diharapkan dapat mempersiapkan kegiatan tersebut secara maksimal dan penuh tanggung jawab.
“MPAB perdana kali ini harus kita usahakan semaksimal mungkin untuk bisa mencapai hasil yg memuaskan. MPAB perdana kali ini harus bisa menjadi contoh bagi MPAB HIMPER kedepannya, karena apa yg kita lakukan hari ini merupakan contoh bagi adik-adik kita nanti di kemudian hari. Saya berharap kita tetap berjuang bersama demi wadah kita tetap eksis,” pungkasnya.
Rapat internal panitia tersebut berlangsung dengan suasana yang dinamis. Berbagai saran, motivasi, serta kritik konstruktif disampaikan oleh Steering Committee kepada jajaran panitia yang hadir. Seluruh masukan tersebut diberikan sebagai bentuk tanggung jawab moral SC dalam mengawal proses penguatan organisasi.
Steering Committee berharap agar setiap panitia mampu menindaklanjuti evaluasi yang telah disampaikan serta meningkatkan koordinasi dan komunikasi antar bidang. Kekompakan internal dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas organisasi dan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan MPAB.
Secara keseluruhan, pertemuan internal ini mencerminkan besarnya harapan Steering Committee terhadap masa depan HIMPER Kupang. SC menegaskan bahwa eksistensi organisasi tidak hanya ditentukan oleh struktur kepengurusan, tetapi juga oleh kesadaran kolektif setiap anggota untuk tetap berproses dan bertanggung jawab terhadap wadah yang telah dibangun bersama.
Dengan semangat kebersamaan dan kerja kolektif, Steering Committee optimistis HIMPER Kupang dapat tumbuh sebagai organisasi mahasiswa yang solid, berkelanjutan, serta mampu menjadi ruang belajar dan perjuangan bagi mahasiswa di masa mendatang.***
Penulis : Ayon Yohanes
Editor : Sardiyanto









