
Ruteng, Newsline NTT — Universitas Katolik (Unika) Santu Paulus Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, mewisuda 1.304 mahasiswa program Sarjana dan Ahli Madya, Sabtu, 6 Desember 2025. Dari jumlah itu, 229 orang meraih predikat cumlaude.
Para wisudawan berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Teknik, Fakultas Peternakan dan Pertanian, serta Fakultas Kesehatan. Wisuda kali ini mengusung tema “Membangun Daya Kritis, Inovatif, dan Adaptif Gen-Z Menghadapi Era Post Truth”.
Kampus Harus Berdampak
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV, Prof. Dr. Adrianus Amheka, S.T., M.Eng, menegaskan perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada pencetakan lulusan. Kampus, katanya, wajib menjadi motor penggerak ekonomi lokal, terutama dalam menghidupkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lingkungan kampus.
“Kampus itu harus berdampak. Bukan hanya menghasilkan lulusan, tetapi menggerakkan ekonomi, menghidupkan UMKM, dan melahirkan inovasi yang menyelesaikan masalah daerah,” ujar Adrianus.
Ia menilai Unika Ruteng telah menunjukkan perkembangan signifikan, baik dari sisi peningkatan kualitas dosen maupun akreditasi program studi. Kampus ini, lanjutnya, berkontribusi besar dalam membentuk sumber daya manusia unggul, mendorong pertumbuhan bisnis lokal, memperkuat infrastruktur pendidikan, serta menghasilkan riset inovatif.
Tantangan Era Post Truth
Ketua Yayasan Santu Paulus Ruteng, RD Ledobadus Roling Mujur, mengingatkan para wisudawan bahwa mereka hidup di tengah era post truth, ketika emosi sering lebih dipercaya daripada fakta.
“Kalian adalah generasi yang hidup di era post truth. Maka kalian harus kritis, inovatif, dan adaptif,” katanya. Ia menutup pesannya dengan pengingat moral: “Di dunia yang bising, jadilah suara yang tenang membela kebenaran.”
Mitra Strategis Pemerintah
Perwakilan Pemerintah Kabupaten Manggarai, Marianus Yosef Djelamu, menyebut Unika Ruteng bukan hanya institusi pendidikan, tetapi mitra strategis pemerintah dalam membangun SDM daerah. Penelitian perguruan tinggi, katanya, harus memberi solusi nyata bagi sektor pertanian, kesehatan, pendidikan, dan lingkungan hidup.
Ia juga mendorong para wisudawan menjadi generasi yang mampu menjaga akal sehat di tengah derasnya hoaks dan polarisasi media sosial.
Penjaga Nurani Publik
Selaras dengan tema wisuda, para narasumber menegaskan bahwa generasi Z memiliki peran penting dalam menjaga kebenaran dan integritas di tengah kemajuan teknologi. Mereka diharapkan menjadi penjaga nurani publik, produsen informasi yang bertanggung jawab, penggerak ekonomi kreatif, mitra UMKM, sekaligus agen inovasi bagi pembangunan Manggarai dan Indonesia.
Upacara wisuda Unika Ruteng 2025 menegaskan bahwa pendidikan tinggi bukan hanya ruang akademik, tetapi fondasi penting bagi masa depan sosial dan ekonomi daerah.
Penulis : Gabriel Esong








