Kupang, newsline.id || Suasana demokrasi dan semangat regenerasi mewarnai pemilihan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan (BEMJ) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) yang berlangsung 13 juni 2025. Setelah melalui proses pemilihan yang terbuka dan penuh antusiasme, Krisantos Lewo resmi terpilih sebagai Ketua BEMJ PBSI, menggantikan Ignatius Pati yang telah menyelesaikan masa jabatannya.
Pemilihan kali ini menghadirkan tiga kandidat terbaik dari jurusan PBSI: Sance Puay, Anissa Rahayu, dan Krisantos Lewo. Dalam proses pemungutan suara yang berlangsung secara demokratis, Krisantos berhasil meraih dukungan terbanyak, menandakan kepercayaan besar dari rekan-rekan mahasiswa terhadap visi dan kepemimpinannya.
Dalam pidato pertamanya sebagai ketua terpilih, Krisantos menyampaikan komitmen kuat untuk membawa BEMJ PBSI ke arah yang lebih progresif. Ia menekankan pentingnya peran mahasiswa Bahasa dan Sastra dalam membentuk kesadaran kritis serta menjadi agen perubahan sosial.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“BEMJ PBSI UMK harus mampu melahirkan generasi-generasi yang siap menjemput perubahan. Bahasa dan sastra adalah jembatan menuju kesadaran dan transformasi, baik secara personal maupun sosial,” ujar Krisantos di hadapan para hadirin dengan semangat optimisme.
Sementara itu, Ketua BEMJ PBSI demisioner, Ignatius Pati, turut memberikan pesan mendalam saat menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan. Ia menekankan bahwa kepemimpinan adalah tentang melayani, bukan sekadar memimpin.
“Menjadi ketua bukanlah hal yang mudah. Seorang pemimpin harus mampu mendengar aspirasi mahasiswa dan menjadi pelayan bagi mereka. Pemimpin harus melayani, bukan dilayani,” ucap Ignatius, menyiratkan pengalaman dan harapan.
Dukungan juga datang dari Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Bapak Indris Mboka, yang mengapresiasi semangat regenerasi di tubuh BEMJ. Ia berharap kepengurusan baru dapat bersinergi dengan program studi dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Saya akan selalu siap mendukung semua program kerja dari kepengurusan yang baru,” tegas Indris, sembari menutup sambutannya dengan harapan positif bagi masa depan organisasi mahasiswa tersebut.
Acara pelantikan dan serah terima jabatan ditutup dengan lantunan syair perpisahan yang dibawakan oleh pengurus lama. Momen tersebut menghadirkan suasana haru sekaligus hangat, menjadi simbol peralihan kepemimpinan yang tidak hanya formal, namun juga penuh makna dan kebersamaan.
Pemilihan ini tak hanya menjadi ajang demokrasi mahasiswa, tetapi juga menegaskan semangat regenerasi yang sehat dan harapan baru bagi BEMJ PBSI UMK untuk terus berkontribusi nyata dalam lingkup kampus maupun masyarakat luas.*
Reporter: DELKI LOY









