“Tak Sekadar Berita: Wartawan Ini Wujudkan Harapan Kaum Disabilitas di Pedalaman”

Tuesday, 13 May 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Manggarai timur, newsline.id | 13 mei 2025, Peduli terhadap sesama khususnya penyandang disabilitas Ejhi Serlenso wartawan Idenusantara.com menyerahkan langsung bantuan berupa kursi Roda dan sembako kepada  penyandang disabilitas.

Pertama ia menyerahkan bantuan kursi roda untuk penyandang disabilitas Bernama Nisalia Sarman di kampung Peleng, desa Haju Ngendong, Kecamatan Elar yang hanya dirawat oleh seorang ibunya yang janda semenjak ditinggal suaminya merantau dan yang kedua Rensiana Nir di Kampung Bobo, desa Benteng Rampas, kecamatan Lambaleda Timur yang hanya dirawat oleh kedua orang tuanya yang sudah lanjut usia.

Peduli Penyandang Disabilitas

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ejhi kepada media ini mengungkapkan bahwa dirinya terlalu peduli maka dari itu sudah lama ia menulis tentang kisah hidup para kaum terpinggirkan salah satunya penyandang disabilitas dan juga membantu mereka lewat ketersediaan kursi roda dan bantuan lainnya.

“Sudah lama saya menulis lewat kata-kata sederhana saya mengabarkan suara-suara kaum terpinggirkan salah satunya kaum disabilitas di pelosok desa”, terangnya.

Ia mengatakan penyerahan kursi roda tersebut merupakan  perwujudan kepedulian kepada warga penyandang disabilitas, terutama penyandang disabilitas yang mengalami kesulitan untuk beraktivitas di karenakan kondisi fisiknya.

“Penyerahan kursi roda merupakan bentuk kepedulian terhadap penyandang disabilitas yang sulit sekali beraktivitas karna fisiknya kurang memungkinkan”, ungkap Ejhi.

Ia menambahkan berharap kepada pemerintah kabupaten hingga pemerintah desa agar dapat memperhatikan masyarakat khususnya kelompok rentan.

” Harapannya agar pemerintah daerah hingga desa di kabupaten manggarai timur untuk tetap serius setiap saat mendata semua kelompok rentan agar perih dan keluh mereka dilihat serta didengarkan”, pintanya.

Ejhi juga menyampaikan pesan dan harapan kepada keluarga penerima bantuan.

“Semoga dengan adanya bantuan kursi roda dan sembako yang kami berikan ini bisa bermanfaat dan membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan sekaligus menjadi motivasi agar tetap semangat di tengah keterbatasan dalam beraktivitas dan Doakan kami supaya kami awak media dan orang bisa menjadi lebih baik untuk membantu masyarakat,” pungkasnya.

Respon Orang Tua Keluarga Penerima Manfaat

Longginus Jarut, ayah dari Rensiana Nir penyandang disabilitas asal kampung Bobo, desa Benteng rampas saat di kunjungi wartawan media Idenusantara.com dikediamannya menyampaikan rasa syukurnya karna anaknya sudah terbantukan.

“kami ini sudah lama mengharapkan bantuan kursi roda dari pemerintah daerah dan desa tapi sampai saat ini permintaan kami belum pernah terpenuhi, kami ini selalu kordinasi tapi sampai saat ini kami sekeluarga belum pernah mendapatkannya. Banyak pihak yang hanya datang foto saja.Hari ini kami mendapatkan apa yang kami mau yaitu kursi roda ini,dengan adanya bantuan kursi roda ini anak kami terbantu”ungkapnya.

“Saya ucapkan terimakasih banyak kepada seluruh awak media dan orang baik yang ikut andil memberikan bantuan kursi roda dan sembako, semoga seluruh awak media dan orang baik  kedepannya makin sukses dan maju, sekali lagi kami keluarga besar mengucapkan beribu- ribu terima kasih”, ungkapnya dengan nada haru.

Sosok Peduli, Menulis Dari Pelosok  Desa dan Tantangannya

Ejhi Serlenso merupakan seorang wartawan yang sudah lama bergelut di dunia tulis. Ia sudah ditempa diberbagai media lokal. Kemampuanya dalam menulis terlihat tidak seperti wartawan hebat pada umumnya.

Sosok sederhana namun peduli ini tinggal di Desa bukan di Ibukota tak seperti teman-temannya yang lain yang lebih memilih menetap di ibukota.Bukan tak suka dengan kemudahan, keramaian dan hiruk pikuk kota tetapi ia lebih memilih hidup didesa  dengan niat menyuarakan suara dari pelosok. Ke kota hanya seperlunya saja.

“Lama saya menulis, tulisan saya sederhana tak seperti teman-teman hebat lainnya.Saya lebih memilih hidup di desa bukan di ibukota.Ke kota hanya seperlunya saja.Saya memilih hidup didesa karna saya orang desa. Saya mau hidup bersama masyarakat serta ikut merasakan apa yang mereka rasakan.Niat saya juga yaitu agar suara-suara dari pelosok desa yang selama ini tak didengarkan dan seolah tak dikenal dunia lebih terekspos. Saya mau mengabarkan suara-suara orang desa dari desa”, terang Ejhi.

Dalam pengalaman menulisnya Ejhi Serlenso menuturkan bahwa banyak tantangan yang ia hadapi dalam hal menulis dan membantu kelompok rentan. Mulai dari sulitnya akses jaringan telekomunikasi, menemukan para donatur, jalan rusak, kamera dan kendaraan bermotor.

” Saya suka menulis orang yang susah, karna jujur ketika saya melihat mereka, hati ini selalu tergerak oleh belas kasihan dan terharu.Walau dengan berbagai tantangan saya tetap akan membantu dengan niat tulus.Adapun berbagai kesulitan yang saya alami mulai dengan mencari sendiri donatur juga menghubungkan suara mereka ke pemerintah, walau lama di respon tapi Puji Tuhan tetap terbantukan. Tidak memiliki kendaraan sendiri saya kerap menyewa motor tetangga, saya jalan menemui mereka (anak cacat) dengan melewati akses jalan rusak dan memotret mereka dengan kamera HP seadanya.Yah….namanya hidup di desa pasti serba sulit.Saat mempubliskan tulisan juga kadang terkendala jaringan telekomunikasi yang terkadang error,” tuturnya.

Walau dengan berbagai tantangan ia bisa melewati semuanya karna ia yakin Tuhan memudahkan segalanya.

“Libatkan Tuhan dalam setiap perencanaan dan karya-karya kita, percaya Ia Baik adanya dan segala karya dan usaha kita dipermudahkan. Berkat Tuhan, saya dipertemukan dengan orang baik yang mau membantu saya. Terima Kasih Tuhan dan orang baik. Terima kasih pula untuk teman-teman wartawan yang selalu membantu saya mengabarkan kisah-kisah mereka (kelompok rentan) kepada dunia, ” ucapnya.

Ejhi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemda manggarai timur yang telah membantu serta menjawabi keluhan masyarakat khususnya kelompok-kelompok rentan.

Cara Wartawan Membantu Anak Cacat Mendapatkan Kursi Roda

Menurut Ejhi Serlenso, wartawan dapat memainkan peran penting dalam memberikan bantuan kursi roda untuk anak cacat dengan mengungkit isu ini dan mendorong aksi sosial atau bantuan dari pihak terkait.

Mereka dapat meliput kisah anak cacat yang membutuhkan kursi roda, mengangkat kisah mereka, dan menjembatani antara anak tersebut dengan pemerintah, donatur atau organisasi yang dapat memberikan bantuan.

Berikut beberapa cara wartawan dapat membantu anak cacat mendapatkan kursi roda versi Ejhi Serlenso:

1. Meliput dan mengangkat isu:

Wartawan dapat meliput kisah anak cacat yang membutuhkan kursi roda dan mengangkatnya melalui media massa. Ini dapat dilakukan melalui berita, artikel, dokumenter, atau program televisi yang mengangkat isu ini.

2. Menghubungkan anak cacat dengan pemerintah dan donatur:

Wartawan dapat membantu menghubungkan anak cacat yang membutuhkan kursi roda dengan pemerintah dan donatur atau organisasi yang dapat memberikan bantuan. Mereka dapat memberitakan tentang kebutuhan kursi roda tersebut dan mendorong masyarakat untuk memberikan bantuan.

3. Mendorong aksi sosial:

Wartawan dapat mendorong aksi sosial atau kampanye untuk mengumpulkan kursi roda bagi anak cacat. Mereka dapat mengangkat isu ini dan mengajak masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan penggalangan dana atau donasi.

4. Meningkatkan kesadaran masyarakat:

Wartawan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kursi roda bagi anak cacat. Mereka dapat menyampaikan informasi tentang manfaat kursi roda, bagaimana kursi roda dapat membantu meningkatkan kualitas hidup anak cacat, dan bagaimana kita dapat berkontribusi untuk membantu mereka.

5. Melakukan peliputan yang inklusif:

Wartawan dapat melakukan peliputan yang inklusif, yang berarti melibatkan anak cacat dalam liputan mereka. Ini dapat dilakukan dengan mewawancarai keluarga dan anak cacat itu sendiri, mendengarkan sudut pandang mereka, dan memastikan bahwa anak cacat memiliki suara dalam liputan tersebut.

Dengan cara-cara tersebut, wartawan dapat memainkan peran penting dalam membantu anak cacat mendapatkan kursi roda dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Mereka dapat menjadi jembatan antara anak cacat yang membutuhkan bantuan dengan pemerintah serta masyarakat yang peduli dan bersedia membantu.***

Reporter: hefri prisil

Berita Terkait

Waspada!! Narkotika menyerang kalangan remaja dan dewasa
Perlindungan Hukum Terhadap Warga Negara Indonesia Dalam Hal Perselisihan Perjanjian Dengan Warga Negara Asing di Wilayah Bali
KONTRAKTOR LOKAL DIDUGA DITIPU WNA DALAM PROYEK VILA DI BALI, KASUS DITANGANI KANTOR HUKUM TERNAMA
Law Firm James Richard & Partners Dampingi Terdakwa di PN Denpasar, Optimis Raih Keadilan ‎
PENGACARA INDONESIA SOROTI INTERVENSI DAN INTIMIDASI KLIEN WNA DALAM PROSES HUKUM
Waspada Bahaya Narkoba Jenis Sabu
IKBEM Malang Perkuat Solidaritas Antar Anggota Dengan Mengelar Lebaran Bersama
Kantor Hukum Law Firm James Richard & Partners Memperjuangkan Hak Para Pekerja Bangunan Yang Tidak Dibayar Oleh Oknum WNA di Bali.  ‎
Berita ini 79 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 16 April 2026 - 11:45

Waspada!! Narkotika menyerang kalangan remaja dan dewasa

Wednesday, 15 April 2026 - 15:19

Perlindungan Hukum Terhadap Warga Negara Indonesia Dalam Hal Perselisihan Perjanjian Dengan Warga Negara Asing di Wilayah Bali

Wednesday, 15 April 2026 - 15:04

KONTRAKTOR LOKAL DIDUGA DITIPU WNA DALAM PROYEK VILA DI BALI, KASUS DITANGANI KANTOR HUKUM TERNAMA

Thursday, 9 April 2026 - 23:48

Law Firm James Richard & Partners Dampingi Terdakwa di PN Denpasar, Optimis Raih Keadilan ‎

Wednesday, 8 April 2026 - 17:29

PENGACARA INDONESIA SOROTI INTERVENSI DAN INTIMIDASI KLIEN WNA DALAM PROSES HUKUM

Berita Terbaru

I Nyoman Krisna Divayana, seorang konselor adiksi di salah satu lembaga rehabilitasi dan juga sebagai paralegal di kantor hukum James Richard and Partners. (Sumber Dok. Istimewa)

Nasional

Waspada!! Narkotika menyerang kalangan remaja dan dewasa

Thursday, 16 Apr 2026 - 11:45