Hujan Petir di Kota Kupang, Antara Rasa Syukur dan Rasa Waspada

Saturday, 19 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NEWSLINE.ID|Kota Kupang, yang selama berbulan-bulan dibalut terik matahari dan angin kering, kembali diguyur hujan deras. Namun bukan hujan biasa—ia datang bersama gelegar petir dan kilatan cahaya yang membelah langit malam. Di satu sisi, ini adalah kabar baik. Tapi di sisi lain, ini juga alarm bagi kesiapsiagaan kota terhadap cuaca ekstrem.

 

Bagi warga Kupang, hujan selalu membawa rasa syukur. Air adalah sesuatu yang langka di musim-musim panjang tanpa awan. Petani bisa mulai menyiapkan ladang, dan air sumur mulai terisi kembali. Namun ketika hujan datang dalam bentuk badai petir yang ekstrem, rasa syukur itu bercampur dengan kekhawatiran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Dalam beberapa kejadian terakhir, hujan petir di Kupang telah menyebabkan listrik padam di sejumlah wilayah, pohon tumbang, bahkan potensi korsleting yang mengancam keselamatan warga. Ini menjadi pertanda bahwa Kota Kupang belum sepenuhnya siap menghadapi fenomena cuaca ekstrem yang kini makin sering terjadi akibat perubahan iklim.

 

Pemerintah kota perlu mulai memetakan wilayah rawan bencana kecil seperti genangan, longsor kecil, hingga titik rawan sambaran petir. Di sisi lain, masyarakat juga perlu lebih sadar terhadap potensi bahaya yang bisa ditimbulkan oleh cuaca semacam ini, termasuk pentingnya mencabut alat elektronik saat petir menyambar dan menghindari berada di ruang terbuka.

 

Hujan petir di Kupang adalah wajah baru dari musim basah yang kini datang tak sekadar membawa air, tapi juga tantangan. Di antara kilatan cahaya dan dentuman langit, kita diingatkan bahwa alam bukan hanya membawa berkah, tetapi juga butuh kehati-hatian dan kebijaksanaan dalam menyambutnya.(***)

Penulis : DJOHANES BENTAH

Berita Terkait

Pemkot Kupang dan Kejari Kota Kupang Perkuat Komitmen Cegah Persoalan Hukum dalam Penyelenggaraan Pemerintahan ‎
Budaya Apatisme Politik Vs Bertahan Hidup: Wajah Kemiskinan Struktural di NTT
Alumni Undana Jadi Korban Penembakan, BEM Undana Desak Pengusutan Tuntas ‎
Mahasiswa FISIP UNWIRA, Bedah Ketimpangan Struktural NTT Lewat Diskusi Kritis Lapak Neraka 
Mahasiswa KKN UMKOE Sosialisasikan Pencegahan Bullying di SD Impres Kuanino 3
Cegah Bullying Sejak Dini, Mahasiswa KKN Reguler UM.Koe Sosialisasi di SD Inpres Naikoten 2
81 Merdeka, Buku #Reset Indonesia Bongkar Cara Pusat Mengelola Daerah
Tinju Piala Wali Kota: Olahraga Jadi Energi Kemanusiaan

Berita Terkait

Wednesday, 7 October 2026 - 00:41

Pemkot Kupang dan Kejari Kota Kupang Perkuat Komitmen Cegah Persoalan Hukum dalam Penyelenggaraan Pemerintahan ‎

Wednesday, 16 September 2026 - 20:02

Budaya Apatisme Politik Vs Bertahan Hidup: Wajah Kemiskinan Struktural di NTT

Thursday, 10 September 2026 - 21:31

Alumni Undana Jadi Korban Penembakan, BEM Undana Desak Pengusutan Tuntas ‎

Wednesday, 9 September 2026 - 00:49

Mahasiswa FISIP UNWIRA, Bedah Ketimpangan Struktural NTT Lewat Diskusi Kritis Lapak Neraka 

Tuesday, 1 September 2026 - 12:21

Mahasiswa KKN UMKOE Sosialisasikan Pencegahan Bullying di SD Impres Kuanino 3

Berita Terbaru

Hukum

PERSELISIHAN KERJA SAMA USAHA BERAKHIR DAMAI

Friday, 2 Oct 2026 - 12:42

Foto bersama Kuasa Hukum bersama korban usai memberikan keterangan di Polsek Biboki Utara,Foto: Doc.Kuasa Hukum/
‎
‎

Kabupaten Timor Tengah Utara

Dugaan Pengrusakan Rumah Warga di TTU, Kini Masuk Tahap Penyelidikan  ‎

Saturday, 26 Sep 2026 - 13:44