
Ruteng, Newsline NTT – Kualitas proyek rehabilitasi Ruas Jalan Paka-Langgo, Desa Golo Muntas Kecamatan Satar Mese Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi sorotan publik setelah sebuah video viral di media sosial menunjukkan lapisan aspal mudah dicungkil hanya menggunakan jari tangan. Kejadian ini memicu desakan agar kontraktor pelaksana segera disanksi.
Aspal Terangkat Hanya dengan Jari
Video berdurasi 18 detik dan 56 detik yang beredar luas di media sosial mempertontonkan seorang pria berbaju hitam dengan mudah mengangkat gumpalan aspal dari badan jalan tanpa alat bantu apa pun. Kondisi tersebut mengindikasikan hasil pengerjaan yang diduga jauh dari standar kualitas dan ketahanan konstruksi yang semestinya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat dikonfirmasi pada Senin (17/11/2025), Aloysius Jenudin, warga Desa Golo Muntas, membenarkan dirinya adalah orang dalam video viral itu.
“Kami bongkar karena hasil pekerjaannya tidak berkualitas. Aspalnya bisa dicabut pakai tangan,” tegasnya.
Bantah Tuduhan Merusak dengan Alat Berat
Aloysius juga meluruskan informasi yang menyebut warga merusak jalan menggunakan linggis atau alat berat.
“Tidak benar kami pakai linggis. Saya bongkar pakai tangan saja. Jadi saya bongkar pakai tangan, bukan pakai linggis,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pembongkaran dilakukan bersama warga sebagai bentuk protes, dan mereka bahkan mengajak petugas sub proyek untuk menyaksikan langsung kondisi permukaan jalan yang mengelupas.
Keterangan Berseberangan dari PPK PUPR
Polemik semakin memanas setelah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Kabupaten Manggarai, Citra, memberikan klarifikasi yang berbeda seperti yang telah diberitakan oleh beberapa sumber media.
Menurutnya, kerusakan pada jalan tersebut bukan akibat buruknya kualitas pekerjaan, melainkan karena warga yang membongkar jalan, dan warga bersangkutan disebut telah meminta maaf serta memperbaiki kerusakan.
Namun, pernyataan itu bertolak belakang dengan penegasan Aloysius, yang menyatakan pembongkaran dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kualitas proyek, dan dilakukan di hadapan petugas, bukan secara diam-diam.
Publik Mendesak Pengawasan dan Sanksi
Kasus viral ini kembali menjadi contoh pentingnya pengawasan publik terhadap pemanfaatan Dana Alokasi Umum (DAU) untuk pembangunan infrastruktur di Kabupaten Manggarai.
Masyarakat mendesak Pemerintah Daerah Manggarai untuk melakukan:
- Audit mutu pekerjaan,
- Investigasi terhadap kontraktor pelaksana, dan
- Tindak Tegas apabila ditemukan unsur kelalaian atau praktik asal-asalan terhadap kontraktor pelaksana pengerjaan.
Penulis : Gabriel Esong








