Ruteng, NewlineNTT— Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Frans Sales Lega Ruteng menunjukkan komitmen seriusnya dalam menjamin keselamatan penerbangan dengan menggelar rapat Komite Keamanan Bandar Udara (KKBU) dan sosialisasi dokumen Airport Emergency Plan (AEP). Kegiatan strategis ini dilaksanakan di kantor Bandara Frans Sales Lega Ruteng pada Senin (10/11/2025).
Kegiatan ini mempertemukan berbagai unsur penting yang berperan menjaga keamanan dan keselamatan bandara, termasuk otoritas penerbangan, aparat keamanan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga instansi teknis terkait di Kabupaten Manggarai.
AEP sebagai Panduan Mutlak Keadaan Darurat
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala UPBU Kelas III Frans Sales Lega Ruteng, Punto Widaksono, menegaskan bahwa dokumen AEP menjadi panduan utama bagi seluruh pihak di bandara dalam menghadapi situasi darurat.
“Dokumen AEP ini memuat prosedur lengkap penanganan keadaan darurat, mulai dari kecelakaan pesawat, kebakaran, hingga bencana alam yang berpotensi mengganggu operasional penerbangan,” jelas Punto dalam sambutannya.
Menurutnya, rapat KKBU ini merupakan bagian dari koordinasi rutin yang vital. Ia menambahkan, pengesahan AEP oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memberikan landasan hukum dan operasional bagi semua pihak untuk bertindak cepat dan terkoordinasi.
“AEP ini menegaskan peran setiap unit dan lembaga terkait agar memiliki panduan kerja yang jelas, efektif, dan terkoordinasi dengan baik,” tambahnya.
Penekanan pada Sinergi dan Respon Otomatis
Punto Widaksono juga menekankan upaya berkelanjutan Bandara Frans Sales Lega Ruteng dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan rutin dan simulasi tanggap darurat.
Ia memastikan bahwa kesiapsiagaan di bandara telah terinstitusionalisasi.”Untuk setiap keadaan darurat, Airport Fire Fighting and Rescue Section selama jam operasi secara otomatis akan menanggapi kejadian sesuai ketentuan yang berlaku. Artinya, setiap petugas tahu apa yang harus dilakukan tanpa menunggu perintah,” tegasnya.
Mengakhiri keterangannya, Punto kembali mengingatkan bahwa sinergi antarinstansi adalah kunci utama keberhasilan.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri, semua unsur harus saling memahami peran dan tanggung jawabnya agar keselamatan penerbangan di Ruteng tetap terjaga,” pungkasnya.
Penulis : Gabriel Esong








