NewlineNTT – Kabupaten Manggarai Timur (Matim) 30/10/ 25 terus berupaya mengembangkan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Timur, yang dipimpin oleh Rofinus Hibur Hijau, M.Pd, berperan aktif dalam membangun pariwisata berbasis masyarakat (Community Based Tourism) di daerah ini.
Melalui konsep ini, masyarakat di destinasi wisata menjadi penerima manfaat terbesar dari sektor pariwisata. Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan membentuk desa wisata, yang saat ini telah terdapat 12 desa wisata di Kabupaten Manggarai Timur.
Dalam pengembangan desa wisata, masyarakat bersama pemerintah desa dan kelompok sadar wisata (POKDARWIS) bersama-sama merencanakan, menjalankan, dan mengawasi jalannya aktivitas pariwisata di desa. Dinas Pariwisata Manggarai Timur juga melakukan promosi dan pemasaran pariwisata melalui berbagai metode dan platform, seperti website pariwisata, media sosial, booklet pariwisata, dan penyelenggaraan event dan festival pariwisata.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
KERJA SAMA ANTARA STAKEHOLDER
Kerja sama dengan stakeholder terkait juga menjadi kunci dalam mengembangkan pariwisata di Manggarai Timur. Dinas Pariwisata Matim bekerja sama dengan akademisi, media, masyarakat, dunia usaha, swasta, dan perangkat daerah lain serta pihak luar untuk meningkatkan daya saing pariwisata Kabupaten Manggarai Timur.
Beberapa contoh konkret dari kerja sama yang telah berhasil dilakukan antara lain dukungan Kementerian Pariwisata RI dalam menyelenggarakan Festival Kopi Lembah Colol, kerja sama penyusunan RIPPARDA dengan Universitas Udayana, dan dukungan CSR dari BUMN di beberapa desa wisata.
Dengan kerja sama dan partisipasi aktif dari semua pihak, diharapkan pariwisata di Manggarai Timur dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.
Penulis : SRT
Editor : Redaksi









