Manggarai Timur, Newsline. id — Dinas Kesehatan Manggarai Timur mengambil langkah proaktif dalam mencegah penyebaran rabies. Kepala Dinas Kesehatan, dr. Surip Tintin, menyatakan bahwa peran dinas sangat krusial, terutama dalam penanganan korban gigitan Hewan Penular Rabies (HPR).
Upaya pencegahan difokuskan pada edukasi masif kepada masyarakat.“Kami mengedukasi masyarakat untuk waspada dan tahu cara penanganan awal gigitan HPR,” kata dr. Surip.
Penanganan awal yang ditekankan adalah mencuci luka gigitan selama 15 menit menggunakan sabun cuci piring dan air mengalir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, masyarakat diimbau untuk segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat setelah gigitan. Langkah ini penting untuk memastikan korban mendapatkan penanganan medis lanjutan dan Vaksinasi Anti-Rabies (VAR) secepatnya.
Sinergi Dinas Kesehatan dan Peternakan
Dalam upaya menekan kasus, Dinas Kesehatan mempererat kolaborasi dengan Dinas Peternakan. Kerjasama ini membagi peran secara jelas: Dinas Kesehatan fokus menangani korban gigitan, sementara Dinas Peternakan bertanggung jawab mengamankan HPR yang terlibat.
Sinergi kedua dinas ini juga mencakup sosialisasi bersama di tingkat kecamatan dan desa mengenai Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2010 tentang pengendalian rabies.
“Dengan kerja sama yang baik ini, kami berharap dapat secara signifikan mengurangi kasus rabies di Manggarai Timur dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan,” tutup dr. Surip Tintin.
Penulis : SRT
Editor : Media NewslineNtt









