Menteri Perdagangan dan Industri Timor Leste Kunjungi Kabupaten Belu: Dorong Penguatan Ekonomi dan Sosial Budaya Perbatasan

Friday, 4 July 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Belu, newsline.id – Menteri Perdagangan dan Industri (MCI) Republik Demokratik Timor Leste, Dr. Nino Filipus Pereira, melakukan kunjungan resmi ke Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia. Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Timor Leste, khususnya dalam bidang ekonomi dan sosial budaya di wilayah perbatasan.

Pertemuan digelar di ruang kerja Bupati Belu dan dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Bupati Belu Willybrodus Lay, Wakil Bupati Vicente Hornai Gonsalves, serta perwakilan dari Konsulat Timor Leste. Agenda utama yang dibahas meliputi kerja sama lintas batas di sektor perdagangan, kesehatan, dan pengembangan pasar tradisional.

Hubungan Lebih dari Sekadar Batas Administratif

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Dr. Nino menekankan pentingnya menjaga keharmonisan antarwarga di kedua sisi perbatasan. Ia menyebut bahwa kedekatan historis, budaya, dan kekeluargaan antara masyarakat Timor Leste dan Indonesia khususnya di Kabupaten Belumenjadi landasan kuat bagi kerja sama lintas negara.

“Batas negara bukanlah penghalang, melainkan jembatan budaya. Meskipun secara administratif kita berbeda, secara sosial dan kultural, kita adalah satu keluarga besar,”ujar Dr. Nino.

Dorongan Terhadap Ekonomi Perbatasan

Salah satu fokus utama kunjungan ini adalah pengembangan kawasan ekonomi perbatasan, termasuk pengaktifan kembali pasar-pasar tradisional yang selama ini menjadi pusat interaksi ekonomi dan sosial masyarakat.

Dr. Nino melihat potensi besar yang bisa dikembangkan melalui kolaborasi antarnegara. Ia menyebut bahwa revitalisasi pasar perbatasan akan melibatkan berbagai pihak pemerintah daerah, pelaku usaha, dan komunitas lokal untuk memastikan perputaran barang dan jasa berjalan lebih lancar.

“Pasar-pasar di perbatasan harus menjadi penggerak ekonomi lokal. Kolaborasi lintas batas akan menciptakan peluang baru bagi masyarakat, dan mendorong pertumbuhan yang inklusif,” jelasnya.

Perluasan Layanan Kesehatan dan Akses Perbatasan

Selain sektor ekonomi, kerja sama di bidang kesehatan turut menjadi perhatian serius. Dr. Nino melanjutkan pembahasan dari kunjungan Presiden Timor Leste sebelumnya, yang menitikberatkan pada peningkatan layanan kesehatan lintas batas.

Ia mengusulkan agar akses terhadap layanan kesehatan diperluas dan difasilitasi secara adil untuk masyarakat di kedua wilayah, terutama yang berada di daerah terpencil dan sulit dijangkau.

Dalam kesempatan yang sama, dibahas pula pentingnya memperpanjang jam operasional pintu perbatasan. Hal ini dinilai krusial untuk mendukung aktivitas perdagangan, keperluan sosial, serta mobilitas warga secara umum.

Komitmen untuk Kolaborasi Berkelanjutan

Dr. Nino menyampaikan harapannya agar pertemuan seperti ini dapat dilakukan secara berkala dan menjadi agenda tetap bagi kedua negara. Ia menekankan pentingnya membangun forum komunikasi lintas negara yang solid dan berkelanjutan.

“Pertemuan lintas pemerintah harus menjadi agenda strategis jangka panjang. Hanya dengan komunikasi terbuka dan terstruktur, kerja sama dapat menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat perbatasan,”tegasnya.

Respons Positif dari Pemerintah Kabupaten Belu

Bupati Belu, Willybrodus Lay, menyambut baik kunjungan ini dan menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan kerja sama bilateral. Ia berharap kolaborasi ini membawa dampak positif, tidak hanya pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dalam memperkuat ikatan sosial budaya antarwarga.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini. Kabupaten Belu siap menjadi mitra strategis bagi Timor Leste dalam membangun kawasan perbatasan yang lebih maju dan inklusif,” ujar Bupati Lay.

 

Penutup

Kunjungan Menteri Perdagangan dan Industri Timor Leste ke Kabupaten Belu menjadi tonggak penting dalam mempererat hubungan kedua negara. Dengan menitikberatkan pada sinergi di sektor ekonomi, kesehatan, dan sosial budaya, kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong transformasi positif di wilayah perbatasan mewujudkan kesejahteraan bersama yang melampaui batas negara.

Reporter: alvin kali

Berita Terkait

Law Firm James Richard & Partners Berhasil Mediasi Kasus Dugaan Penganiayaan di Polsek Marga Tabanan
Sepakat Damai, Terdakwa Kasus Dugaan Penipuan Dituntut 7 Bulan Penjara: Kuasa Hukum Apresiasi Langkah Jaksa
UMKoe Luncurkan Student Day, Dorong Kepemimpinan Lintas Budaya dan Kemajuan IPTEK
Pemprov NTT Gelar Jumpa Pers Sosialisasi Pergub Nomor 24 Tahun 2026 tentang Jam Belajar Masyarakat
Keluhan Pelayanan di SPBU Pertamina Halilulik: Warga Harapkan Kesetaraan Akses BBM
Buntu Komunikasi, Debitur Belu Desak FIF Kembalikan Motor yang Disita Paksa ‎
Oknum Debt Collector FIF Tarik Motor Paksa di Tempat Kerja Tanpa Penyerahan Kunci Kontak ‎
‎Selesai Renovasi Oktober 2024, Asrama Mahasiswa Belu di Kupang Masih Kosong, FOSMAB Desak Pemkab Segera Aktifkan ‎

Berita Terkait

Wednesday, 10 June 2026 - 10:39

Law Firm James Richard & Partners Berhasil Mediasi Kasus Dugaan Penganiayaan di Polsek Marga Tabanan

Thursday, 4 June 2026 - 17:14

Sepakat Damai, Terdakwa Kasus Dugaan Penipuan Dituntut 7 Bulan Penjara: Kuasa Hukum Apresiasi Langkah Jaksa

Wednesday, 3 June 2026 - 13:48

UMKoe Luncurkan Student Day, Dorong Kepemimpinan Lintas Budaya dan Kemajuan IPTEK

Friday, 29 May 2026 - 11:38

Pemprov NTT Gelar Jumpa Pers Sosialisasi Pergub Nomor 24 Tahun 2026 tentang Jam Belajar Masyarakat

Thursday, 14 May 2026 - 18:45

Keluhan Pelayanan di SPBU Pertamina Halilulik: Warga Harapkan Kesetaraan Akses BBM

Berita Terbaru