Mahasiswa Pendidikan Sosiologi UMK Dalami Psikologi Pendidikan di SLBN Kota Radja Kupang

Wednesday, 21 May 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Newsline.id || 21 Mei 2025 – Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Universitas Muhammadiyah Kupang mengembangkan pemahaman pada pokok teori psikologi pendidikan dengan melakukan observasi langsung di SLBN Kota Radja Kupang.

Observasi ini bertujuan untuk memahami psikologi peserta didik berkebutuhan khusus, yang pada dasarnya membutuhkan perhatian yang objektif dan signifikan terhadap perkembangan psikologi, karakter, sikap, tingkat pengetahuan siswa, serta strategi pembelajaran dari pendidik terhadap siswa.

Penerapan pendidikan yang diterapkan pada sekolah berkebutuhan khusus berbeda dengan sekolah reguler umumnya. SLBN Kota Radja Kupang, pada umumnya, menerapkan metode belajar yang berfokus pada karakteristik dan pengetahuan, serta membangun minat dan keterampilan peserta didik yang bertujuan untuk mendorong peserta didik menghasilkan inovasi yang kreatif dan berprestasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

SLB Negeri Kota Radja Kupang menampung semua jenis ketunaan (tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, dan autis) dari jenjang SD sampai SMA dalam satu atap, yang tentunya sangat membutuhkan guru atau pendidik yang khusus pada bidangnya demi meningkatkan kualitas peserta didik, serta agar mampu berkompetisi dengan siswa reguler umumnya.

Ibu Ratna, selaku kesiswaan, mengungkapkan ada beberapa jenis siswa berkebutuhan khusus, dan setiap jenis siswa memiliki daya serap serta tingkat pengetahuan yang berbeda-beda tergantung pada jenis ketunaannya.

“Siswa memiliki berbagai jenis kebutuhan khusus seperti tunanetra, tunagrahita, tunadaksa, autis, dan tunarungu, yang memiliki tingkat pemahaman terhadap instruksi lisan bervariasi tergantung pada jenis ketunaan. Ada yang biasa saja, ada juga yang mudah marah, dan ada yang cepat emosi tergantung pada jenisnya. Beberapa siswa memiliki respon yang berbeda terhadap pembelajaran, ada yang cepat dan ada yang lambat,” ungkapnya dalam wawancara.

Ia juga mengungkapkan tantangan dan hambatan sebagai guru atau pendidik dalam perkembangan siswa di kelas maupun di luar kelas, serta perlunya kesinambungan bimbingan antara guru dengan orang tua.

“Tantangan dan hambatan dalam perkembangan siswa menuntut kita untuk dapat menyesuaikan dengan kondisi peserta didik dalam proses pembelajaran di kelas, termasuk perlunya kesinambungan bimbingan dari guru dan orang tua,” ungkapnya menambahkan.

Ibu Efi, selaku Guru Bahasa Indonesia di kelas VII C (tunagrahita), mengungkapkan kondisi yang dialami siswa dan pentingnya memberikan pemahaman berulang-ulang agar siswa dapat paham dengan pelajaran yang diberikan.

“Ada siswa tunagrahita yang kesulitan membedakan huruf dan menulis, sehingga pembelajaran disesuaikan dengan kondisi mereka serta pentingnya memberikan pemahaman berulang-ulang kepada siswa tunagrahita dan melihat kemajuan yang ada, walaupun tidak secepat siswa normal,” ungkapnya.

Siswa berkebutuhan khusus memiliki bakat dan keterampilan yang menjadi bekal mereka untuk menghasilkan inovasi serta prestasi. Tentunya, sebagai guru, memiliki tanggung jawab yang besar terhadap siswanya. Pendidik yang dengan tulus melayani siswa dalam proses belajar-mengajar dapat membuahkan hasil yang memuaskan, dan itu terbukti di SLBN Kota Radja Kupang dengan prestasi yang diraih oleh siswa.***

Penulis: LUCIANOS DE HEFRIANTO PERSLI

Berita Terkait

Pemkot Kupang dan Kejari Kota Kupang Perkuat Komitmen Cegah Persoalan Hukum dalam Penyelenggaraan Pemerintahan ‎
Tim PKM-PI Unwira Kupang Ciptakan TempeTech, Inovasi Teknologi untuk Tingkatkan Produktivitas Produksi Tempe
Dari Ketua OSIS hingga Duta Bahasa NTT, Gabriel Rivaldi Seran Kembali ke SMAN Halioan Berbagi Inspirasi
Alumni Undana Jadi Korban Penembakan, BEM Undana Desak Pengusutan Tuntas ‎
Mahasiswa FISIP UNWIRA, Bedah Ketimpangan Struktural NTT Lewat Diskusi Kritis Lapak Neraka 
Mahasiswa KKN UMKOE Sosialisasikan Pencegahan Bullying di SD Impres Kuanino 3
Cegah Bullying Sejak Dini, Mahasiswa KKN Reguler UM.Koe Sosialisasi di SD Inpres Naikoten 2
81 Merdeka, Buku #Reset Indonesia Bongkar Cara Pusat Mengelola Daerah

Berita Terkait

Wednesday, 7 October 2026 - 00:41

Pemkot Kupang dan Kejari Kota Kupang Perkuat Komitmen Cegah Persoalan Hukum dalam Penyelenggaraan Pemerintahan ‎

Wednesday, 16 September 2026 - 00:04

Tim PKM-PI Unwira Kupang Ciptakan TempeTech, Inovasi Teknologi untuk Tingkatkan Produktivitas Produksi Tempe

Saturday, 12 September 2026 - 00:40

Dari Ketua OSIS hingga Duta Bahasa NTT, Gabriel Rivaldi Seran Kembali ke SMAN Halioan Berbagi Inspirasi

Thursday, 10 September 2026 - 21:31

Alumni Undana Jadi Korban Penembakan, BEM Undana Desak Pengusutan Tuntas ‎

Wednesday, 9 September 2026 - 00:49

Mahasiswa FISIP UNWIRA, Bedah Ketimpangan Struktural NTT Lewat Diskusi Kritis Lapak Neraka 

Berita Terbaru

Hukum

PERSELISIHAN KERJA SAMA USAHA BERAKHIR DAMAI

Friday, 2 Oct 2026 - 12:42

Foto bersama Kuasa Hukum bersama korban usai memberikan keterangan di Polsek Biboki Utara,Foto: Doc.Kuasa Hukum/
‎
‎

Kabupaten Timor Tengah Utara

Dugaan Pengrusakan Rumah Warga di TTU, Kini Masuk Tahap Penyelidikan  ‎

Saturday, 26 Sep 2026 - 13:44