Mentri IMIPAS dan UMKM, Saksikan Langsung Proses Membatik Warga Binaan Lapas Cipinang

Monday, 21 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri IMIPAS dan UMKM Saksikan Lang

Jakarta,Newsline.id- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang tampil mencuri perhatian dalam pembukaan Indonesian Prison Products and Art Festival (IPPAFest) 2025 yang secara resmi dibuka oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (IMIPAS), Agus Andrianto, pada Senin sore (21/4) di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Dalam pembukaan yang penuh antusiasme, Menteri IMIPAS didampingi Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, mengunjungi booth Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Daerah Khusus (DK) Jakarta. Di sana, rombongan menyaksikan langsung proses membatik yang dilakukan oleh Warga Binaan Lapas Cipinang. Pemandangan ini menjadi salah satu momen yang paling menyita perhatian pengunjung dan tamu undangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proses membatik secara langsung tersebut tidak hanya menjadi daya tarik visual, tetapi juga simbol keberhasilan pembinaan di Lapas yang mengintegrasikan keterampilan, seni, nilai budaya, dan semangat perubahan. Batik yang dihasilkan pun tak sekadar indah—karya tersebut memiliki kisah mendalam tentang harapan dan proses pembelajaran di balik jeruji.

Salah satu karya batik Warga Binaan Lapas Cipinang bahkan berhasil menarik minat pengunjung dan terjual dalam sesi lelang yang digelar di panggung utama IPPAFest. Penjualan karya tersebut menjadi bukti konkret bahwa kreativitas para Warga Binaan mampu diterima dan diapresiasi secara luas oleh masyarakat.

“Kehadiran kami di IPPAFest bukan sekadar memamerkan produk, tapi membawa pesan bahwa pembinaan di dalam Lapas bisa menghasilkan karya-karya yang punya nilai ekonomi sekaligus cerita kehidupan. Setiap produk kami, termasuk batik, dibuat dengan tangan, hati, dan semangat untuk berubah,” ujar Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo.

Selama IPPAFest yang berlangsung hingga 23 April mendatang, Lapas Cipinang menampilkan beragam produk unggulan seperti kerajinan tangan, fesyen, kuliner, dan karya seni. Dua orang petugas Lapas Cipinang juga ditugaskan menjaga stan pameran dengan mengenakan pakaian adat Nusantara yang berbeda setiap hari. Mereka memberikan pelayanan informatif kepada pengunjung tentang proses kreatif, kualitas, dan cerita di balik setiap produk.

Kepala Bidang Kegiatan Kerja Lapas Cipinang, Yopi Febrianda, menjelaskan bahwa keterlibatan ini adalah wujud nyata pembinaan yang terstruktur dan berdampak. “Kami berusaha memastikan bahwa pembinaan rohani, keterampilan, dan karakter berjalan beriringan. Di balik produk yang tampak indah, ada cerita perjuangan dan harapan baru dari para Warga Binaan,” ungkapnya.

Menteri Agus dalam sambutannya menyatakan bahwa IPPAFest adalah bentuk nyata transformasi pemasyarakatan yang inklusif, humanis, dan mendorong kreativitas. “Tema dari IPPAFest adalah Creation Beyond the Bars, sebuah pernyataan yang kuat bahwa kreativitas tidak pernah bisa dipenjara. Bahwa harapan tidak pernah bisa dibungkam, ia selalu menemukan jalan, ia selalu menemukan jembatan, apapun penghalangnya,” tuturnya.

Melalui ajang ini, Lapas Cipinang membuktikan bahwa pembinaan yang menyentuh hati, membuka wawasan, dan mengasah keterampilan dapat menghadirkan karya bernilai tinggi dan inspiratif. IPPAFest 2025 pun menjadi panggung bagi Lapas se-Indonesia untuk memperkenalkan hasil karya terbaik Warga Binaan, dan Lapas Cipinang hadir sebagai salah satu garda terdepan dalam menyukseskan misi tersebut. ( Ragil).

Berita Terkait

Ramai Fenomena “Bule Nakal” di Bali, Pekerja Lokal Dirugikan Modus Penipuan Wisatawan  
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka Pikul Salib di Pawai Paskah Kupang, Serukan Toleransi dan Persatuan
Kuasa Hukum Laporkan Oknum Kontraktor ke Ditreskrimum Polda Bali atas Dugaan Penipuan dan Penggelapan
Aksi Kemanusiaan Universitas Muhammadiyah Kupang Kumpulkan Rp7,5 Juta untuk Korban Banjir Sumatera
Peserta Green Leadership Indonesia Batch 5 NTT Gelar Beach Clean-Up “GROW to GLOW” di Pantai Pasir Panjang Kupang
Ironi Kasus BBM Ilegal Manggarai: Pekerja Kecil Dipenjara, Penadah dan ASN Pembeli Bebas Berkeliaran
PMKRI: Menggelorakan Semangat Sumpah Pemuda untuk Membangun Bangsa
Sidang Prada Lucky Mamo: Saksi Ricard Ungkap Malam Penyiksaan Brutal, dari Cambuk, Borgol, hingga Cabai Ulek
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 15 April 2026 - 22:32

Ramai Fenomena “Bule Nakal” di Bali, Pekerja Lokal Dirugikan Modus Penipuan Wisatawan  

Monday, 6 April 2026 - 21:53

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka Pikul Salib di Pawai Paskah Kupang, Serukan Toleransi dan Persatuan

Saturday, 7 March 2026 - 12:53

Kuasa Hukum Laporkan Oknum Kontraktor ke Ditreskrimum Polda Bali atas Dugaan Penipuan dan Penggelapan

Saturday, 6 December 2025 - 18:32

Aksi Kemanusiaan Universitas Muhammadiyah Kupang Kumpulkan Rp7,5 Juta untuk Korban Banjir Sumatera

Thursday, 27 November 2025 - 09:55

Peserta Green Leadership Indonesia Batch 5 NTT Gelar Beach Clean-Up “GROW to GLOW” di Pantai Pasir Panjang Kupang

Berita Terbaru

I Nyoman Krisna Divayana, seorang konselor adiksi di salah satu lembaga rehabilitasi dan juga sebagai paralegal di kantor hukum James Richard and Partners. (Sumber Dok. Istimewa)

Nasional

Waspada!! Narkotika menyerang kalangan remaja dan dewasa

Thursday, 16 Apr 2026 - 11:45